Prokabar.com – Sejumlah Penggiat dari kalangan muda meluncurkan Katalog Desain Batik yang bersumber dari iluminasi naskah kuno Minangkabau. Peluncuran terlaksana di Kantor Unit Kearsipan Universitas Andalas (Unand), pada Kamis (21/09) lalu.
Sejumlah mahasiswa Unand dari berbagai prodi hadir dalam peluncuran ini, dan sangat antusias menyaksikannya. Pasalnya, desain yang tampil cukup unik dan khas.
Nofri, salah seorang peserta mahasiswa magister sastra FIB Unand mengungkapkan kekagumannya, informasi yang terpajang dalam katalog merupakan hal baru baginya.
“Sebagai pengkaji manuskrip, katalog ini menjadi bahan kajian yang penting bagi saya. Selain itu, saya baru tahu kalau hasil kajian filologi dapat bermanfaat cukup praktis seperti ini,” Ungkapnya saat menunjuk salah satu desain batik dalam katalog.

Sebelumnya, peluncuran sudah berlangsung sejak 18 Agustus 2023 lalu pada kalangan pemerintah daerah. Sosialisasi akan terus berlangsung dengan peserta yang berbeda-beda dari berbagai kalangan. Berharap dapat lebih efektif dan menyentuh segela elemen masyarakat, terutama memperhatikan pentingnya melestarikan naskah kuno.
Katalog desain batik ini merupakan program Danaindonesiana, kategori Objek Pemajuan Kebudayaan. Program ini gagasan dari Doktor Pramono, filolog sekaligus dosen Sastra Minangkabau Universitas Andalas. Adapun tema peluncuran ini berupa Pemanfaatan Khazanah Iluminasi Manuskrip Minangkabau untuk Pengembangan Dunia Fesyen di Sumatera Barat.
Katalog ini memuat 250 desain motif batik, lengkap keterangan nama motif, model pengembangan, dan sumber manuskripnya. Selain itu, informasi dalam katalog juga termuat dalam laman https://khazanahminangkabau.co.id/ laman resmi program tersebut.
Pramono mengungkapkan, pemuatan isi katalog berasal dari data-data penelitiannya selama dua dasawarsa. Hasil risetnya ini menemukan berbagai iluminasi dari naskah kuno Minangkabau yang berkembang menjadi desain batik.
“Sudah dua dasawarsa kami melakukan inventarisasi, katalogisasi, dan digitalisasi manuskrip (naskah kuno) Minangkabau yang tersebar di berbagai tempat di Sumatera Barat. Hasilnya, dalam naskah kuno itu juga terdapat iluminasi (ragam hias) dengan beragam bentuk dan estetika khas lokal serta eksotis,” ujarnya.
Pramono dan tim terus melakukan pengembangan dari temuannya (iluminasi) itu menjadi desain batik. Tentu saja dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi batik, desain grafis, dan pemerintah daerah.
Dengan peluncuran katalog ini berharap dapat menjadi inspirasi baik secara luring maupun daring dalam pengembangan usaha fesyen bagi masyarakat luas, khususnya di Sumatera Barat. “Selain itu, juga menjadi pintu gerbang untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa di sekelilingnya terdapat naskah kuno.” pungkas Doktor Pramono. (rud)
















