Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Produksi Udang 1.500 Ton Dijual Kemana?

Foto : (ant)

Parit Malintang, Prokabar — Sebanyak 1.500 ton udang vaname diproduksi di Padang Pariaman sepanjang 2017. Dijual kemana?

Udang tersebut dijual di Sumatera Tengah dan daerah lain dengan prediksi harga Rp135 juta.

“Jumlah produksi tersebut akan bertambah seiring bertambahnya pembudi daya udang vaname di Padang Pariaman,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman, Zainil di Parit Malintang, Kamis.
Peternak udang menyewa lahan dalam waktu tertentu. “Memang modalnya besar tapi kita harus memanfaatkan potensi daerah kita,” katanya.

Baca Juga :  Meksiko, Calon Korban Pertama Sang Juara Bertahan

Semantara itu, salah seorang pembudi daya udang vaname di Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Firdaus mengatakan ia mulai budidaya udang semenjak pertengehan 2017 dengan luas lahan sekitar satu hektare.

“Bibitnya dapat diperoleh dari berbagai daerah di antaranya Medan, Aceh, Bali, dan Lampung yang dibeli dengan harga Rp62 rupiah per ekor,” kata dia.

Baca Juga :  Innova Terjun Jurang, Dua Tewas, 9 Kritis

Pemasaran udang tersebut yaitu mulai dari Medan, Bali, Lampung dan pasar lokal dengan harga jual mulai dari Rp35 ribu sampai Rp79 ribu per kilogram tergantung dari ukuran udang.

“Namun akhir-akhir ini cuaca tidak menentu sehingga mempengaruhi panen. Jadi hanya sekitar 70 persen dari bibit yang dapat dipanen,” ujar dia. (*/cpp)

Berani Komen Itu Baik

Baca Juga :  SMA Lubuk Basung Terbakar, Siswa Menangis

To Top