Tanah Datar, Prokabar – Kisah Mery Yulyanda, urang awak pramugari Lion Air JT610 yang tenggelam di lautan Karawang bersama kru dan seluruh penumpang, tidak cukup tentang asmara semata, apalagi soal rencana menikah dan duka bagi calon suaminya.
Di mata orang kampungnya, di Balai Tabuah, Tanjuang Sungayang, Tanah Datar, Mery ternyata dikenal sebagai anak gadis semata wayang nan jadi tulang punggung keluarganya.
Dulu, Mery ini sewaktu sekolah, harus pulang kampung karena alasan usaha bapak dan ibunya bangkrut. Saat ada peluang penerimaan pramugari, dia mendaftar. Lalu diterima. Mery memboyong ibu dan bapaknya kembali ke Jakarta.
Obrolan hangat di “kadai kadai” di Jorong Balai Tabuah, Nagari Tanjung Sungayang, Kecamatan Sungayang sampai saat ini masih berkutat tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Terlebih, dalam pesawat tersebut terdapat salah satu awak kabinnya anak kemenakan mereka, yaitunya Mery Yulyanda.
Meski Mery besar dan tumbuh di kota Jakarta, namun ia pernah mengenyam pendidikan di tanah kelahiran kedua orang tuanya, walau itu sebentar. Keberadaan Mery di kampung halamanpun memberikan kesan positif ke warga Jorong Balai Tabuah.
” Mery Yulyanda merupakan kelahiran Jakarta dari pasangan Yulmahdi dan Aida. Kedua orang tua Mery berprofesi sebagai pedagang di ibu kota,” ucap Walinagari Tanjung Sungayang Faze Andrief.
Walinagari mengatakan, sekitar tahun 2012 Mery pindah bersama keluarganya dari Jakarta ke kampung halaman. Kepindahan keluarga Mery ini karena masalah ekonomi, yang mana saat itu ayahanda Mery sempat bangkrut dalam berdagang.
Walinagari menambahkan, jika saat Mery diterima bekerja sebagai pramugari, orang tuanyapun pernah datang kepada dirinya untuk meminta pendapat. Berbagai pertimbanganpun diberikan kepada orang tuanya.
” Waktu ia (Mery) diterima menjadi pramugari, orang tuanya pernah datang. Orang tua mery kalo ada apa apa pasti selalu datang ke saya. Saya berikan pertimbangan, agar memikirkan secara matang, karena Mery merupakan putri semata wayang,” ucapnya.
Meski demikian, Mery merupakan orang yang bertanggung jawab. Sukses menjadi pramugari, ayah dan ibunda kemudian diboyong kmbali ke Jakarta untuk memulai kehidupan baru.
Berdasarkan informasi yang didapatkan prokabar.com dari sebuah sebuah group WA warga Tanjung suungayang di perantauan mengatakan jika jasad Mery telah ditemukan. Berikut isi percakapannya :
” Berita terbaru dari pihak Lion.
Ananda MERY YULYANDA sudah ditemukan. Dari tempat kejadian akan dibawah ke RS. POLRI. Kramat Jati. Tetapi sebelum ke RS. POLRI, dibawah dulu ke posko terpadu Tanjung periuk. Sekarang teman kita Aida sedang menuju RS. POLRI.” (eym)
















