Opini

Potensi dan Agenda Aksi Pariwisata Kabupaten Solok

NOFI CANDRA, Anggota DPD/MPR RI

Dibaca : 909

Oleh: Nofi Candra

Sebagaimana daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata berlimpah, Kabupaten Solok pun ada dalam barisan yang sama. Topogafi alam yang panoramik, danau-danau yang menawan, keunikan budaya dan kearifan lokal yang sudah tak perlu diragukan lagi, pola hidup masyarakat yang mayoritas masih agraristik , kekayaan kuliner yang tak kalah unik dan gurihnya, sistem sosial ekonomi yang menarik, dan sistem serta model aktualiasi keyakinan yang juga tak kalah spritualistiknya dibanding dengan yang ada di daerah lain, adalah rentetan potensi turistik yang siap untuk mengisi pundi-pundi ekonomi Kabupaten Solok, jika disentuh dan dikelola dengan tepat. Semua potensi tersebut, tentu terlebih dahulu harus disadari oleh para pihak sebagai potensi pariwisata, agar kemudian bisa dikategorikan sebagai aset pariwisata yang bisa monoteisasi.

Dalam konteks ini, ada beberapa persoalan pariwisata Kabupaten Solok yang perlu segera dibenahi. Pertama adalah masalah literasi pariwisata. Terdapat disparitas literasi pariwisata yang cukup signifikan, terutama di antara para pengambil kebijakan di daerah. Sebenarnya, kurang mendalam dan komprehensifnya literasi kepariwisataan hampir terdapat di semua level pengambil kebijakan di Sumbar, tidak hanya di Kabupaten Solok, yang mengakibatkan potensi-potensi pariwisata di atas menjadi kurang tergali, bahkan di beberapa lokasi mengalami mismanagemen di mana pemerintah daerah bertindak langsung sebagai operator destinasi, seperti mengelola destinasi seadanya secara mandiri atau memiliki hotel sendiri di kawasan destinasi tanpa perantara perusahaan daerah atau pihak ketiga. Sehingga, hasil yang didapat cenderung sangat minim, sesuai dengan bentuk sentuhan yang diberikan.

Kondisi iliterasi pariwisata semacam ini harus segera ditambal oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, dengan cara duduk bersama dengan semua kepala daerah yang memiliki potensi pariwisata dan membuat komitmen bersama terhadap sektor pariwisata di daerahnya masing-masing. Khususnya untuk Kabupaten Solok, ke depan, jika memang ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan, mau tak mau, dengan komitmen yang kuat, kepala daerah di Kabupaten Solok harus menjadikan kondisi illiterasi pariwisata tersebut sebagai catatan khusus dalam setiap pengambilan kebijakan pariwisata di level kabupaten.

Halaman : 1 2 3 4 5

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top