Kriminal

Polres Pasaman Gelar Reka Ulang Kasus Pembunuhan Adik Sepupu

Pasaman, Prokabar — Kasus pembunuhan Rahmad Sah, bocah 10 tahun yang masih duduk di bangku SD, direka ulang. Reka ulang ini dilakukan di halaman Mapolres Pasaman, Kamis (20/6).

“Supaya situasi aman. Kalau di TKP, kita takutkan terjadi hal-hal tidak diinginkan,” kata Kapolres Pasaman Hasanuddin.

Teramat sadis, pelaku Amrizal saat menghabisi nyawa korban, warga Nagari Panti, Kecamatan Panti tersebut. Ini terungkap dalam 23 adegan ulang kronologi dan cara pelaku menghabisi nyawa korban yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri alias ayah korban mamak pelaku.

Terungkap, pelaku awalnya menyekap korban dengan menutup mulutnya. Namun, korban meronta, dan pelaku memukulkan sebilah kayu berukuran sebesar lengan orang dewasa ke arah kepala korban sebanyak tiga kali.

Korban langsung tersungkur. Lalu, dengan sadisnya pelaku menyeret tubuh korban ke bawah pohon kakao, menutupinya dengan semak dan ranting.

Sebelum membunuh, pelaku bertemu dengan korban yang hendak ke kolam ikannya Rabu (15/5) lalu. Korban pergi dengan seorang temannya sembari mengendarai sepeda motor. Dalam perjalanan ke kolam ikannya, korban bertemu dengan pelaku. Lalu pelaku ini minta diantarkan pulang. Di tengah perjalanan pengantaran, pelaku yang membawa motor dan membonceng korban, malah membawa korban ke kebun kakao yang jauh dari keramaian. Alasan pelaku, mengambil dompet yang tertinggal di ladang.

“Padahal, ini akal bulus pelaku untuk menyekap korban. Tapi malah lain yang terjadi, pelaku malah membunuh,” lanjut AKBP Hasanuddin.

Usai membunuh, sepeda motor korban dibuang oleh pelaku sekitar 500 meter dari jenazah. Pelaku pun pulang, mandi dan pergi ke Pasar Tapus, untuk membeli HP dan nomor baru.

HP dengan nomor baru ini, digunakan untuk menelpon mamaknya yang merupakan ayah korban sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menagatakan menculik Rahmat, dan meminta tebusan Rp250 juta. Ayah korban panik, tidak mengetahui kalau pelaku adalan kemenakannya sendiri. Sehingga pukul 16.00 WIB, keluarga korban melapor ke Polsek Panti. Hingga keesokannya, Kamis (16/5) subuh, pelaku panik. Ia mencoba bunuh diri dengan meminum racun dan memotong urat nadi. Tapi, nyawa pelaku masih tertolong saat dilarikan ke RSUD Lubuk Sikaping. (Ola)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top