PKS Pilih Siapa? Mahyeldi atau Riza

Penulis -

Sabtu, 29 Februari 2020 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Arifki Chaniago
Pengamat Politik

Calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih jadi teka-teki. Dengan PKS menginstruksikan Mahyeldi Ansharullah (Walikota Padang) dan Riza Palepi (Walikota Payakumbuh) untuk memperkenalkan diri. Hal itu belum bisa memberi jawaban penasaran publik. Tokoh yang akan diusung oleh PKS. Baik Mahyeldi atau pun Riza adalah kader dan tokoh yang diperhitungkan.

Mahyeldi dan Riza pun sudah mulai menggerakan tim dan baliho. Dilapangan kedua tokoh ini tidak diragukan. Keduanya sama-sama membaca sinyal dari partai untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Irwan Prayitno. Pilihan memilih Mahyeldi atau Riza adalah taktis dan strategis.

Ada beberapa alasan yang sedang dipertimbangkan PKS untuk memilih kedua tokoh ini?. Pertama, Mahyeldi adalah Walikota dari ibukota provinsi yang jabatannya habis pada 2024. Sebagai ibukota provinsi PKS harus siap kehilangan Walikota dengan majunya Mahyeldi sebagai calon gubernur.

Majunya Mahyeldi atau Riza sebagai calon gubernur dan wakil gubernur tidak jaminan untuk menang. PKS tentu punya persiapan jika kalah di pilgub. Kehilangan gubernur Sumatera Barat dan Walikota Padang. Pilihan ini risiko besar bagi PKS.

Kedua tokoh ini sudah berkomunikasi dengan partai lain. Mahyeldi bertemu dengan tokoh partai. Nama Audy Joinaldy, pengusaha muda, yang diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Berkemungkinan jadi pasangan Mahyeldi. Sedangkan Riza juga melakukan tindakan yang sama.

Mahyeldi datang ke DPP PPP untuk melakukan fit and proper test dan Riza pun datang ke Jakarta menemui Muhaimin Iskandar.

Riza datang tidak sendirian. Ia ditemani oleh Irwan Prayino. Apakah Irwan mendukung Riza pada pilgub Sumbar 2020?. Kehadiran Irwan dengan Riza bertemu Muhaiamin punya pesan tersendiri. Terutama untuk Mahyeldi.
Kedua, PKS juga mempertimbangkan kompetitor. Mahyeldi adalah putera asli Agam. Ia diamanahkan sebagai Wali Kota Padang. Latar belakangnya tidak bisa lepas dari Agam. Ia bersaing memperebutkan suara Agam dengan Fakhrizal, Mulyadi, dan Indra Catri. PKS berpikir keras mencari alternatif.

Jabatan Wali Kota Padang tidak menjadikan pilihan masyarakat sama ketika Mahyeldi maju Gubernur. Ikatan-ikatan warga asli Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, dan lainnya berkumpul. Sebagai ibukota Provinsi, apakah pilihan warga Padang memilih walikota sama dengan pilihan gubernur. Mahyeldi perlu mencoba dan meyakinkan masyarakat Padang untuk pindah jadi Gubernur.

Riza adalah putra rumpun Payakumbuh-Lima Puluh Kota. Tidak ada kompetitornya sebagai calon gubernur atau wakil gubernur. Jabatan Riza sebagai Wali Kota Payakumbuh pun habis pada 2022. Sisa masa jabatan Riza lebih sedikit dibandingkan Mahyeldi. Riza fokus memperkuat rumpun politiknya dan mencari wakil yang bisa mendukung suaranya.

Sebelum saya menulis ini. PKS tentu punya analisis yang sama. Mesin-mesin partai dan jaringan kader sudah bergerak. Titik daerah mana yang bisa menjadikan PKS menang kembali. Fokus ke daerah calon kuat gubernur dan wakil gubernur. Energi PKS habis membagi pemilih Agam. Jika Indra Catri berpasangan dengan Nasrul Abit.

Sebagai bupati, ia tidak biarkan suara Agam lepas ke tokoh lain. Basis-basis pemilih lebih diketahuinya. Dua periode jadi kepala daerah cukup baginya.

Pilihan Gerindra terhadap Indra Catri. Ketokohan, rekomendasi kader, dan melengapi personal Nasrul Abit. Wilayah tempur Agam dipegang oleh Indra Catri. Nasrul Abit bisa saja pesimis masuk ke wilayah Agam. Ketika wakilnya tidak berasal dari Agam. Ia sekarang cukup tenang. Indra Catri bisa bergerak ke Agam sekitarnya sampai dengan Pasaman.

Lawan berat PKS bukan Fakhrizal dan Mulyadi. Tapi, Gerindra. PKS harus berpikir keras mengimbangi “langkah kuda” Nasrul Abit. Sebagai petahana, Wakil Gubernur bisa kemana saja. Panggung provinsi lebih banyak diambilnya. Narasi berbeda kemungkinan PKS menang lagi. Apakah Riza pilihan PKS atau tetap mengusung Mahyeldi?. Populeritasnya memang tinggi. Kota Padang “rancak” di tangannya. Jabatan itu selesainya 2024.

Jika pilkada serentak 2024, apakah Mahyeldi maju saat ini (2020) atau 2024 jadi gubenur lagi?. Atau sedang bersiap-siap jadi menteri. Saya hanya bisa menulis. Keputusan tetap di PKS: Mahyeldi atau Riza? Jika masih sulit menentukan. Pilih saja Arifki.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB