Prokabar.com, Padang –Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis jadwal perubahan terbit dan terbenam matahari untuk wilayah Sumatra Barat.
Untuk wilayah Sumatra Barat, terjadi perubahan terbit dan terbenam di setiap kabupaten dan kota.
Baca Juga:
- Jalan Rusak Parah, Gubernur Turun Tangan
- Tiga Mahasiswa Tenggelam di Lubuk Hitam, Rektor dan Sivitas Akademika UNP Berduka
- Alex Indra Lukman : ader PDI Perjuangan se Indonesia Minta Ibu Mega Kembali Jadi Ketum
Rata-rata perubahan jadwal terbit dan terbenam matahari tersebut berkisar satu menit.
Penyebab perbedaan waktu ini karena bumi tidak memiliki orbit berupa lingkaran sempurna.
Orbit bumi sedikit elips dan inilah yang membuat kecepatan matahari bergantung pada posisi bumi.
Selain itu, sumbu bumi memiliki kemiringan sekitar 23,4 derajat
Sumbu bumi juga tidak lurus, sumbu bumi yang miring sekitar 23,4 derajat.
Baca Juga:
- PPFI Dukung Pemerintah Prioritaskan Vaksinasi Insan Film
- PPFI: Insan Film Harus Ikut Tekan Angka Covid-19
- Komposer Keturunan Minang Ciptakan Musik Unik dari Bunyi
Karena kemiringan sumbu bumi inilah fenomena solstis musim panas terjadi pada bagian utara bumi.
Fenomena ini akan terjadi pada tanggl 21 Juni, dimana matahari akan terbit lebih lama dan musim panas terjadi.
Di belahan lain, bagian selatan bumi akan terjadi musim dingin.
Fenomena ini merupakan kebalikan dari bagian utara bumi yaitu solstis musim dingin.
Matahari ketika itu muncul hanya sebentar dan malam akan terasa lebih lama
Pengaruh dari rotasi bumi yang tidak lurus akan menyebabkan perbedaan waktu terbit dan tenggelamnya matahari.
Berikut perubahan jadwal terbit dan terbenam di beberapa kabupaten dan kota Sumatra Barat.

















