Tercatat, utang kotor meningkat 26% YoY menjadi Rp 13,24 triliun, dengan angka gearing ratio net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,8x.
Utang bersih meningkat 39% YoY menjadi Rp 11,23 triliun.
“XL Axiata berfokus untuk melakukan pengurangan hutang kedepannya.” sambugnya.
Perusahaan juga tidak memiliki utang berdenominasi USD.
Sebesar 86% dari pinjaman yang ada saat ini berbunga mengambang (floating) dan pembayarannya masih dapat dikelola hingga dua tahun ke depan.
ree Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan meningkat sebesar 62,8%, ke angka Rp 3,12 triliun. (*/rel)
















