Perekonomian Banyuwangi Melesat, Ternyata Ini Penyebabnya

Penulis -

Jumat, 26 Oktober 2018 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi, Prokabar — Pariwisata sebagai sektor unggulan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur makin melesat. Pertumbuhannya berada di level 5,6 persen per tahun.

“Pertumbuhan tersebut unggul dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,53 persen dan unggul 0,15 persen dari Jawa Timur,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (26/10).

Menurutnya, rapor pariwisata Banyuwangi saat ini sangat positif, dan ini buah kerja bersama dari semua elemen di Banyuwangi. “Dalam beberapa tahun terakhir, kami sangat fokus mendorong sektor pariwisata. Hasil positif yang didapat pun sangat luar biasa,” ujarnya.

Disampaikan, semakin kuatnya sektor pariwisata, membuat Banyuwangi benar-benar berubah. Pengangguran terbuka adalah contohnya. Jumlah pengangguran terbuka turun 50 persen. Tingkat pengangguran berada di angka 3,07 persen. Padahal, direntang 2010-an, angka pengangguran terbuka masih ada di angka 6 persen. Selain itu kemiskinan ada di angka 8,64 persen, padahal 8 tahun lalu 20,09 persen.

“Kami benar-benar mendapatkan manfaat dari ini semua. Ada banyak problem yang teratasi. Apa yang kami usahakan ini bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami serius membangun pariwisata ini, sebab potensi jangka panjangnya akan semakin bagus,” kata Anas.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi juga naik 115,4 persen. Angka riilnya saat ini ada di Rp69,9 triliun. Kenaikan juga dialami pendapatan perkapitanya. Angkanya ada Rp43,65 Juta pada 2018, padahal 2010 masih Rp20,8 Juta. Perkapita ini naik 109 persen. “Dari pariwisata ini bisa menarik sektor lain untuk maju. Sebab, kuncinya tetap pergerakan wiatawan,” tegasnya lagi.

Menjadi pemicu pertumbuhan perekonomian, pergerakan wisatawan milik Banyuwangi tinggi. Jumlah arus masuk wisman tumbuh 691 persen dan ada di level 98.970 orang. Padahal, pada 2010 angkanya hanya 12.500 orang. Untuk arus wisnus tumbuh 10.639 persen atau 4,83 Juta orang di 2018. Jalur udara pun tumbuh 4.144 persen dan berada di angka 332.550 orang. Padahal, 2010 angka penumpang berada di 7.835 orang.

Tingginya angka kunjungan wisatawan tentu menjadi berkah. Sebab, para wisatawan ini mengeluarkan uangnya untuk menikmati berbagai fasilitas di Banyuwangi. Rata-rata wisman memiliki kemampuan spending hingga Rp2,7 Juta per trip. Sedangkan Wisnus rata-rata spendingnya sekitar Rp1,543 Juta. Spending para wisatawan ini pun menghadirkan perputaran sekitar Rp7,7 Triliun per tahun.

“Perputaran uang di Banyuwangi saat ini sangat menjanjikan. Lagi-lagi yang menikmati hasil secara langsung adalah masyarakat. Banyuwangi ini bisa digunakan model bagaimana membangun pariwisata yang ideal. Mereka berhasil mengatasi berbagai problem yang muncul sebelumnya,” terang Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementrian Pariwisata RI Ni Wayan Giri Adnyani.

Tumbuh dengan postur besar, pariwisata sudah menjadi penyumbang terbesar PDRB dalam tiga tahun terakhir. Rata-rata pariwisata memberikan kontribusi sebesar 10,3 persen.

Pada 2016, kontribusi pariwisata terhadap PDRB sebesar 9,5 persen dari Rp66,3 Triliun. Angka fantastis sebesar 11,07 perssn dari Rp60,18 Triliun pun dibukukan pada 2015. Prosentasi ini jadi donatur terbesar pariwisata dalam 6 tahun terakhir.

“Kalau pariwisata maju, otomatis semua akan mengikuti. Porsi sumbangsihnya terhadap daerah juga akan positif,” ujar Giri Adnyani.

PAD sebesar Rp37 miliar menjadi target The Sun Rise of Java pada 2018. Angka ini naik Rp15 miliar dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp22 miliar. Optimisme ini tidak lepas dari potensi 89 hotel, 9 hotel bintang (3 dan 4), 485 homestay, dan 750 rumah makan. Banyuwangi ini juga memiliki 58 destinasi wisata plus 68 travel agent.

“Target jelas dimiliki Banyuwangi setiap tahunnya. Sebab, semuanya sangat mendukung. Apa yang telah mereka usahakan kini memberikan feedback sangat bagus,” tutupnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB