Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah Dalam Pembelajaran Masa Pandemi Covid

Dibaca : 352

Oleh : Rika Wahyuni
Mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Batusangkar
Guru SMP N 12 Sijunjung

 

Penyebaran Corona Virus desease atau dikenal dengan virus corona Covid-19 di Indonesia sampai detik ini masih belum menunjukkan penurunannya. Terhitung 25 Oktober 2020, terjadi penambahan kasus sebanyak 3.732 kasus dengan total keseluruhan kasus menjadi 389.712 kasus Covid-19 (Kompas, 25 Oktober 2020).

Pengaruhnya masih sangat kuat terhadap dunia ekonomi, sosial, kesehatan, keamanan dan tidak terkecuali pendidikan. Hal ini masih menjadi dilema dalam dunia pendidikan untuk melakukan tatap muka kembali.

Ada beberapa sekolah yang sudah mulai mengadakan tatap muka baik zona hijau dan kuning namun kembali melakukan daring kembali karena kenyataannya ditemukan kluster baru penyebaran baik dari peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sebagai langkah antisipatif maka pemerintah mengeluarkan  kebijakan, dengan mewajibkan pembelajaran online di semua jenjang pendidikan. Kebijakan ini berlaku di seluruh lembaga pendidikan baik di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan ini merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan di masa pandemi, karena interaksi antar manusia itu tidak harus bertemu langsung, tidak harus bersentuhan atau bertatap muka langsung, akan tetapi bisa melalui media cetak, teknologi dan media sosial (Adiwijaya , 2020).

Permasalahan seperti ketersediaan hardware yang belum mencukupi, daerah peserta didik yang terpencil jauh dari jangkauan jaringan internet, dan inovasi tenaga pendidik dalam menyusun media pembelajaran yang menuntut untuk menguasai IT menjadi beberapa problem yang sering sekali dijumpai.

Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta warga sekolahnya. Rasa aman dan nyaman ini harus dirasakan oleh guru, siswa dan orang tua. Termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan di masa pandemi Covid-19. Kepala sekolah memegang peranan vital sebagai leader dalam membangun atmosfir pendidikan dan memastikan peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran bermakna, seperti guru SMP N 12 Sijunjung yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswanya dengan tetap menggunakan pembelajaran aktif.

Walaupun pembelajaran dilaksanakan di rumah, pembelajaran di SMP N 12 tetap menerapkan salah satu pembelajaran aktif.

Dengan adanya pengambilan keputusan oleh kepala sekolah SMP N 12 Sijunjung yang tepat dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak sekolah, maka proses pembelajaran dan pengajaran di tengah wabah Covid-19 akan berjalan lancar. Dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah maka kepala sekolah harus mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orang tua secara cepat, dan akurat.

Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan fungsi manajemen. Misalnya, saat manajer merencanakan, mengelola, mengontrol, mereka membuat keputusan. Hal senada apa yang dikatakan Siswanto (2012) dimana pengembilan keputusan adalah serangkaian aktifitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan masalah yang sedang dihadapi kemudian menetapkan alternative yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi, maka pengambilan keputusan dapat dimaknai sebagai intisari dari proses administrasi.

Sedangkan menurut Syamsi (2002:5), pengambilan keputusan adalah poses memilih atau menentukan berbagai kemungkinan diantara situasi-situasi yang tidak pasti. Pembuatan keputusan terjadi di dalam situasi-situasi yang meminta seseorang harus membuat prediksi kedepan, memilih salah satu diantaranya.

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh kepala sekolah bertujuan untuk dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara atau teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

Beberapa langkah yang ambil oleh kepala sekolah terkait proses pembelajaran pada masa pandemi covid yaitu dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah memasukkan unsur pembelajaran aktif:
Merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana covid-19 ini melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi (kelas pintar).

Langkah ini sangat penting mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh guru dan peserta didik meskipun menggunakan metode jarak jauh (daring). Kepala sekolah bersama para guru membuat peta pengajaran yang rinci dan akurat tentang sebaran materi yang akan dilaksanakan atau dibahas selama pandemi Covid-19. Serta meminta para guru mata pelajaran untuk dapat berkolaborasi dan mengatur jadwal sehingga beban tugas peserta didik tidak terlalu tinggi dan menumpuk.

Tugas yang diberikan tidak hanya aspek pengetahuan, tapi juga menyelipkan aspek life skills (kecakapan hidup) dimana siswa merasa pembelajaran daring harus menyenangkan dan bermakna.

Kepala sekolah memberikan motivasi kepada para guru juga di sampaikan agar apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin di dapatkan. Guru mengajar online artinya membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi, dan lain-lain.

Seluruh warga sekolah tentunya sangat merindukan sekolah terutama bagi siswa, sekolah adalah rumah kedua bagi mereka. Kepala sekolah selalu memberikan kata-kata motivasi dan juga himbauan agar dalam masa-masa yang penuh kebosanan ini siswa tetap bersemangat melakukan aktivitas/ tugasnya di rumah. Orangtua pun demikian, banyak yang merasa stres dan kewalahan karena menjadi guru dadakan di rumah bagi anak-anaknya. Kepala sekolah mengirimkan kalimat apresiasi dan ungkapan terimakasih kepada segenap orangtua melalui whatsapp grup paguyuban seluruh kelas yang berisikan 1000 orang anggota.

Seluruh orangtua memberikan feedback yang sangat responsif terhadap penyerahan tugas dll. Pesan semangat dan motivasi tentunya sedikit banyak akan mampu menghidupkan kembali semangat yang mulai mengendor sesuai petuah ala Ki Hajar Dewantara: “Ing Madya Mangun Karsa” atau di tengah-tengah memberi semangat tentu saja langkah ini sangatlah efektif.
Melakukan pelatihan daring secara singkat mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala sekolah menyadari keterbatasan kemampuan dan sarana yang tersedia. Tidak semua guru mampu mengoperasikan platform daring dan mempunyai sarana seperti ketersediaan kuota sepanjang waktu. Disinilah peran para guru yang mahir IT dan yang telah mendapatkan pelatihan pelatihan di bidang IT. Guru yang mahir dan paham dengan IT mendampingi guru lain yang belum bisa sehingga ketercapaian penggunaan dan pengoperasian platform dapat dijalankan.
Mentransformasikan laporan tugas ke dalam bentuk daring untuk Dinas Pendidikan. Seluruh pemangku kepentingan sekolah yang bertugas dan menjabat untuk menyusun rencana kerja darurat untuk dilaporkan setiap harinya. Laporan tersebut secara terperinci seperti deskripsi kegiatan dan bukti fisik seperti foto dan lain-lain. Laporan dikirim melalui google form sehingga memudahkan semua pemangku kepentingan sekolah dalam pelaporan dan bertanggungjawab atas tugas dan kinerja masing-masing.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top