Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Pemuda ini Bertanam Buah, Rencanakan Agrowisata Kampung Buya Hamka

Dibaca : 544

Sungai Batang, Prokabar — Sekelompok Pemuda Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam bertanam buah-buahan di sejumlah lahan kosong. Memiliki misi menciptakan peluang baru dari destinasi wisata reliqius Kampung Kelahiran Buya Hamka.

“Di sini sudah ada Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang sudah sangat terkenal di Mancanegara. Oleh sebab itu, butuh pengembangan lebih baik lagi dari berbagai aspek potensi yang ada,” ungkap Fajril Datuak Mangkuto Basa, salah seorang pemuda setempat.

Fajri melanjutkan, saat ini sangat banyak lahan kosong yang tidak tergarap oleh pemiliknya. “Mungkin disebabkan minimnya semangat masyarakat atau juga penyediaan bibit unggul,” ujarnya.

Sebanyak 200 batang bibit buah dari Binjai Sumatra Utara, dengan empat jenis tanaman. Seperti Durian, Mangga, Alpukat dan Jambu Madu. “Kita dapat bantuan dari Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatra Barat, melalui BKSDA Resort Agam. Alhamdulillah, akan kita manfaatkan sebaik-baik mungkin,” ulasnya.

Ia menambahkan terdapat ratusan hektar lahan yang belum termanfaatkan. Dan butuh semangat dan motivasi untuk menggerakan masyarakat. Agar memanfaatkan lahan menjadi produktif. “Jelas bagi kami, ketika lahan ini jadi produktif, kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat nantinya,” tutur F. Datuk Mangkuto Basa.

Sementara itu, Fauzi dan Amri menambahkan kegiatan ini berkat kerjasama tim sekelompok komunitas binaan Camat Tanjung Raya, Handria Asmi. Yakni Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) Tanjung Raya. Tidak lepas pula dukungan Walijorong, Ninik Mamak beserta tokoh masyarakat Sungai Batang lainnya.

“Kita akan terus bersama-sama untuk menggerakan aksi sosial reliqius dan bertanam ini. Daerah kita memiliki potensi yang sangat hebat. Hanya butuh konsisten dan komitmen terus untuk menggerakannya,” terangnya.

Jorong Batung Panjang Kenagarian Sungai Batang, merupakan Kampung Kelahiran Buya Hamka dan ayahnya Syekh Abdul Karim Amrullah atau lebih dikenal Inyiak Rasul. Berbagai peninggalan sejarah menjadi aset terbaik untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Di sini lahirnya Ulama besar dan Muhammadiyah pertama di Sumatra Barat. Bahkan pertama di pulau Sumatera. Kondisi ini didukung dengan alam nan indah dan kaya lahan perkebunan. Atau Danau Maninjau dengan segala keunikannya. Kami bertekat membangkitkan potensi ini jadi bermanfaat untuk kami dan anak cucu nanti,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top