Pemkab Solok Bakal Jadikan Kinari Sentra Peternakan Sapi

Penulis -

Jumat, 3 Agustus 2018 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok, Prokabar – Untuk memenuhi kuota konsumsi dalam daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, berupaya mengembangkan peternakan sapi di Nagari Kinari.

“Untuk mendukung upaya itu, mulai 2017 Pemkab Solok telah menunjuk sebuah kawasan ternak sapi di Nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, yang cukup dekat dengan Pasar Ternak Muaro Paneh,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon, Jumat (3/8).

Di kawasan sentra peternakan sapi tersebut akan dikembangkan secara terpadu ternak sapi mulai dari pembibitan, penggemukan sekaligus rumah potong hewan (RPH).

Dari data Dinas Pertanian populasi ternak sapi di Kabupaten Solok pada 2018 berjumlah 41 ribu ekor lebih, atau meningkat dari 2017 sekitar 40 ribu ekor, sementara tahun 2016 tercatat populasi ternak sapi potong di Kabupaten Solok hanya sekitar 39 ribu ekor.

Berbagai cara harus diupayakan bagaimana Kabupaten Solok menjadi daerah produksi ternak besar. Selain untuk kebutuhan lokal, diharapkan juga mampu menjadi penyuplai kebutuhan utama daging dan ternak sapi di wilayah Sumbar, ujarnya.

“Kami akan mengembangkan inovasi baru dalam meningkatkan pengembangan ternak sapi, kesampingkan dulu perluasan, untuk langkah awal kami fokus pada pembinaan pada daerah yang memiliki potensi,” ujarnya.

Salah satu nagari yang punya potensi besar pada peternakan sapi yaitu Kinari, di sana masyarakat diajak bersosialisasi perihal peternakan, kemudian juga diberikan pembinaan kepada peternak sapi.

Potensi daerah cukup besar, termasuk pengembangan ternak sapi potong, kapasitas tampung ternak masih sangat besar apabila dikaitkan dengan potensi pakan yang tersedia dan dapat dikembangkan di wilayah Kinari.

“Kami juga menggandeng perbankan untuk mempermudah akses masyarakat agar mudah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat, sebagai permodalan bagi peternak,” katanya.

Nanti di sana juga dikembangkan kelompok peternak sapi, kemudian bekerja sama dengan sistem kemitraan.

Pola yang akan dikembangkan menyesuaikan dengan potensi dan kondisi di lapangan, dengan melibatkan kelompok peternak, koperasi dan BUMNAG yang berminat berusaha ternak.

“Kami akan mengawali program ini dengan pemberdayaan be­berapa kelompok tani agar petani bisa memahami cara berternak yang efektif dan modern,” ujarnya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB