Budaya

Pemkab Pessel Gelar Parade Tikuluak, Ini Jadwalnya

Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, pada 17 Desember 2018 mendatang, bakal mengadakan perlombaan Parade Tikuluak antar nagari adat se Kabupaten.

Kegiatan ini bertempat di Pantai Muaro Bantiang, Nagari Pulau Karam Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pessel, Mawardi Roska mengatakan, perlombaan itu bertujuan, untuk membudayakan kembali pemakaian Tikuluak bagi kaum perempuan minang dengan berbagai variasi yang sesuai dengan ABS-SBK.

“Selain itu, untuk membudayakan kembali iduik banagari dimana peran tali tigo sapilin yakni peran tungku tigo sajarangan yang meliputi unsur adat, alim ulama dan bundo kanduang sangat perlu dalam menjaga adat dan menata kehidupan anak nagari,” katanya kepada Prokabar.com Kamis (13/12).

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga untuk mempromosikan objek wisata yang ada di Pantai Muaro Bantiang, Kecamatan Koto XI Tarusan. Dengan digelarnya event yang mengangkat potensi budaya tersebut, maka diharapkan sebagai daya tarik bagi pengunjung.

“Kegiatan ini adalah perdana kami gelar di Pessel. Jadi, ada tiga kategori yang bakal diperlombakan nantinya, yakni tikuluak, makan bajamba dan musyawarah nagari,” ujarnya.

Menurutnya, perlombaan tersebut juga merujuk kepada UU no 6 tahun 2014 tentang desa untuk memberi ruang tentang desa dan adat.

Serta diperkuat dengan Perda Pemprov Sumbar no 7 tahun 2018 tentang nagari, Perda Pemkab Pessel no 2 tahun 2015 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan dan Perda Pemkab Pessel nomor 8 tahun 2007 tentang nagari serta Perda no 9 tahun 2017 tentang APBD Pessel tahun 2018.

“Secara keseluruhan peserta yang ikut adalah sebanyak 37 orang. Nantinya dari masing masing nagari adat dibagi per 10 orang, terdiri bundo kanduang 5 orang dan 5 orang lagi dari ketua KAN, ulama nagari, wali nagari, dan unsur adat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, adapun perlengkapan yang disediakan panitia untuk peserta adalah, tikuluak (bahan tikuluak 2 buah per nagari), tikuluak kekinian (siap pakai) 3 buah per nagari.

Selain itu, dana untuk menu makan bajamba Rp1 juta per nagari (menu dibuat pada nagari masing masing), dan bantuan pengganti transportasi per nagari berdasarkan jauh dekat, sesuai dengan anggaran yang sudah disediakan.

“Untuk hadiah pemenang lomba, dibagi hingga lima terbaik. Sesuai kategori masing masing, yakni lima terbaik tikukuak tradisional, lima terbaik lomba musyawarah nagari dan lima terbaik makan bajamba. Pemenang lomba akan diumumkan setelah kegiatan berakhir sekaligus penyerahan hadiah,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan ini, Event Organiser (EO) Mande Poduction, Muhammad Rizky, mengatakan, pihaknya selalu siap dan mesti harus melaksanakan tugas sesuai dengan tugas yang diberikan.

Sehingga semua pihak terkait harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik guna menyukseskan kegiatan ini, namun, pelaksanaan Parade Tikuluak dapat disuppor  dengan baik, ungkapnya.

“Parade Tikuluak merupakan hajat spesial kita bersama untuk menunjukan Pessel lebih bak. Mari kita buat dan sukseskan pelaksaan Parade Tikuluak yang lebih baik, sebeb ini baru perdana,” ujarnya.

Menurutnya, saat pembukaan gelaran Parade Tikuluak ini akan menghadirkan para artis Minang.

Intinya gelaran Parade Tikuluak jauh lebih baik, lebih tertata dan lebih memiliki nilai pembangunan yang menuju wisata Pessel sehingga mendongkrak perekonimian masyarakat, tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top