Pemerintah Optimistis Persoalan Defisit Perdagangan Bisa Selesai Dalam 3 Tahun

Penulis -

Kamis, 21 November 2019 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keyakinannya, jika para pengusaha tambang mampu memproses barang-barang tambang menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, maka akan memiliki multiplier effect yang besar, terutama dalam mengatasi current account deficit, defisit neraca berjalan dan defisit perdagangan kita, yang sudah berpuluh tahun tidak bisa diselesaikan.

“Kemarin saya hitung-hitungan, kalau semuanya merujuk pada hilirisasi, industrialisasi, menjadi barang setengah jadi dan barang jadi. Saya yakin tidak ada tiga tahun, problem yang tadi bertahun-tahun, berpuluh tahun nggak bisa diselesaikan yang namanya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan akan bisa diselesaikan hanya dalam waktu tiga tahun,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Indonesia Mining Association Award 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Palace, SCBD, Jakarta, kemarin (20/11).

Sebelumnya Presiden Jokowi mengakui, bahwa ekspor dari dunia pertambangan memberikan kontribusi yang besar kepada neraca perdagangan kita. Tetapi juga menjadikan kita tergantung, ketergantungan pada ekspor dari dunia pertambangan yang begitu sangat besar itu.

Oleh sebab itu, Presiden mengajak pentingnya hilirisasi, memulai memproses barang-barang tambang kita menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga negara kita memiliki nilai tambah dan memiliki multiplier effect yang besar kemana-mana, termasuk tentu saja dalam penciptaan lapangan kerja yang itu dibutuhkan oleh masyarakat.

Presiden meyakini banyak sekali yang bisa dilakukan dalam hilirisasi yang akan memberikan nilai tambah, akan muncul value added. Ia menunjuk contoh misalnya batubara, sekarang dengan teknologi ternyata sbisa menjadi DME (dimethyl ether). LPG (liquified petroleum gas),bisa menjadi petrochemical tadi metanol dan lain-lain.

“Kalau ini muncul dari dunia pertambangan kita, ngapain kita impor LPG, ngapain kita impor petrokimia yang sangat besar sekali, langsung hilang itu, begitu ini muncul. Bapak Ibu semuanya membangun ini, hilang itu yang namanya current account deficit kita. Saya jamin hilang, nggak akan lebih dari tiga tahun, kalau tambah satu komoditas, katakanlah batubara itu belok ke situ sebagian, rampung kita,” terang Presiden.

Jika masalah defisit neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan bisa diselesaikan, menurut Presiden Jokowi, kita enggak akan ketakutan-ketakutan mengenai Rupiah dengan Dollar atau Rupiah dengan mata uang yang lain, akan aman kita. (*/hdp)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB