Pemerintah Jamin Pasokan Pangan Aman Hingga Lebaran

Penulis -

Rabu, 15 Mei 2019 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Pemerintah melaui Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) terutama bulan Ramadhan dan Iedul Fitri 1440 H mencukupi. Kepastian tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi.

Dia memastikan, 12 komoditas bahan pokok yang dipastikan tersedia seperti beras, jagung, kedelai minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, dan telur ayam. “Kita sudah cek, kondisi ketersediaan pangan pokok kita aman, baik untuk bulan puasa dan hari raya Idul Fitri,” kata Agung.

Dia menjelaskan, jelang Ramadhan dan Lebaran terdapat permintaan konsumsi yang meningkat sebesar 10-20 persen. Hal itu diantisipasi, kata dia, salah satunya dengan menyiapkan dan menanam 3-4 bulan produksi jelang panen dalam mengantisipasi puasa dan lebaran.

Agung menerangkan, pemerintah memiliki pengalaman yang baik dalam menjaga inflasi jelang Lebaran terutama untuk tiga tahun terakhir, di mana permintaan yang meningkat tidak mengakibatkan lonjakan harga seperti tahun-tahun sebelumnya. Pada Juni 2018, inflasi mampu dijaga cukup rendah yakni 0,59 persen. “Beberapa komoditas seperti telur ayam ras, beras, bawang putih, dan cabai merah bahkan memberikan andil deflasi,” kata dia.

Adapun mengenai isu beberapa harga komoditas yang sempat mengalami gejolak, Kementan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menstabilkan harga dengan melaksanakan operasi pasar (OP). Harga bawang putih saat ini, kata dia, berangsur kembali ke harga normal setelah sebelumnya mencapai Rp 70 ribu per kilogram (kg), begitu juga dengan cabai merah.

Agung menjelaskan, saat ini 90 persen kebutuhan bawang putih memang masih berasal dari impor sehingga harga sangat terkait dengan pasokan dari luar. Akan tetapi, dia mengatakan, Kementan sudah melakukan sejumlah langkah untuk menghilangkan ketergantungan tersebut dengan mewajibkan para importir untuk menanam lima persen dari kuota impor yang diberikan.

“Hasilnya, saat ini sudah ada 20 ribu lahan baru pertanaman bawang putih dari sebelumnya yang hanya 2.000 hektare. Seluruh panennya langsung dijadikan benih sehingga di 2021 kita bisa swasembada dengan 60 ribu hektare lahan atau setara 600 ribu hektare bawang putih,” kata Agung.

Sedangkan untuk bahan pangan pokok lain pihaknya meminta pemerintah untuk tidak mengkhawatirkan. Berdasarkan neraca kumulatif yang dimilikinya, komoditas seperti beras Indonesia masih tersedia stok hingga 15 juta ton, minyak goreng 13 juta ton, gula pasir 389 ribu ton, daging sapi 32 ribu ton, telur 471 ribu ton, dan bawang merah 83 ribu ton.

Sementara Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar memastikan, stok beras secara nasional menjelang bulan Ramadhan 2019 terbilang stabil.

Ia menjelaskan, stok beras yang dimiliki menjelang bulan Ramadhan cukup stabil, yakni 2,05 juta ton.
”Beras 2,05 juta ton itu sisa stok pengadaan dalam negeri tahun lalu, pengadaan tahun ini, dan juga beras dari luar negeri,” kata Bachtiar.

Stok beras itu juga diprediksi bertambah, karena bakal terjadi panen di wilayah Jata Timur, Jawa Barat, hingga Sulawesi pada bulan Mei. Dengan tambahan musim panen tersebut, Bulog optimistis terjadi pertambahan jumlah produksi beras mencapai 10 ribu ton per hari.

Bachtiar menambahkan, Bulog lebih banyak membeli gabah dari petani ketimbang beras. Sebab, gabah lebih mudah diolah saat dibutuhkan untuk digiling langsung. “Sekarang Bulog banyak membeli gabah ketimbang beras, terutama untuk segi keamanan.Kalau gabah, risiko turun mutunya sedikit. Jadi, lebih baik kami menyimpan gabah daripada beras.” tutupnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB