Jakarta, Prokabar – Bukan hanya penonton saja yang merasakan jalan cerita sinetron ‘Roda Roda Gila’ mendebarkan. Ternyata para pemainnya pun ikut hanyut dalam karakter yang diperankan.
Seperti yang dialami artis peran Esta Pramanita dan Erdin Werdrayana. Setiap episodenya ada saja tantangan yang harus dilalui dalam waktu singkat.
Berperan sebagai Isyana, pemilik nama lengkap Lestari Vania Pramanita ini harus memainkan karakter yang tidak stabil. Mulai memerankan perempuan yang lembut menjadi kuat.
“Aku berperan sebagai Isyana. Perempuan lembut, baik dan tulus pada semua orang. Namun dia dikecewakan oleh keluarga, sahabat sampai dia hancur. Lalu bertemu dengan Nando (diperankan Erdin Werdrayana) dan menjadi kuat dengan cara yang salah,” jelas Esta tentang karakter Isyana.
Tantangan yang tak biasa inilah yang membuat Esta menerima tawaran dari Akbar sang sutradara. Esta harus menyesuaikan dan merubah penampilan ketika menjadi sosok Isyana yang pemberani.
“Terlalu banyak berubah. Dari lembut, baik tiba tiba harus lebih sedih. Naik lagi jadi yang kuat pastinya berubah dari cara jalan, komunikasi dan penampilan,” tambahnya lagi.

Tak hanya itu saja, tantangan terbesar lainnya yaitu ketika Esta harus bisa mengendarai motor sport. Meski bisa menguasai kendaraan roda dua, namun untuk motor berukuran besar belum pernah dijalaninya.
“Naik motornya yang susah. Aku kurang kuat bawa motor. Buat naik motor besar agak berat. Aku harus bisa, ceritanya sudah bisa dan bonceng Nando. Bawanya aja belum bisa ini disuruh bonceng, selama syuting selalu takut,” akunya.
Begitu juga dengan karakter antagonis yang diperankan Erdin Werdrayana. Sebagai Nando, Erdin dituntut emosional dan menguasai bela diri. Bahkan Erdin kerap kebablasan ketika beradu akting dengan Junior Roberts (pemeran Elvano).
“Suka kebablasan emosinya. Karena kalau nggak total begitu, sepulang syuting suka kepikiran. Kenapa tadi begitu ya, ah makanya total aja lah,” aku Erdin.
Dikisahkan Erdin, sosok Nando yang diperankannya cukup menguras energi. Meski begitu Erdin mengaku menikmati perannya yang antagonis.
“Nando orangnya keras, maskulin, tegas. Disisi lain Nando ini dari lubuk hatinya sangat baik. Sebelum menjadi kuat, Nando diceritakan anak yang cupu dan sering di bully di sekpolah,” pungkasnya. (beb)
















