Pasaman, Prokabar
Dunia pendidikan Pasaman berduka, pasca ditetapkan sebagai kabupaten yang menduduki peringkat buncit Ujian Nasional Bernasis Komputer (UNBK) tingkat SMP se Sumatera Barat.
Tidak pernah ini terjadi sebelumnya. Akibatnya, Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama langsung turun tangan menelisik apa benar yang terjadi di dunia pendidikan Pasaman. Apa penyebabnyapun langsung dilayangkan ke Dinas Pendidikan Pasaman.
Pantauan Prokabar.com, Sekretaris Dinas Pendidikan, Ali Yusri menanggapi, melorotnya nilai UNBK siswa SMP di Kabupaten Pasaman ternyata karena masih minimnya fasilitas penunjang UNBK.
“Pasama berada di peringkat terbawah dari 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat yang mengikuti UNBK. Itu kita akui, dan ini akan menjadi perbaikan kita di tahun berikutnya,” kata Ali Yusri, saat pembahasan di gedung Syamsiar Thaib Lubuk Sikaping, Rabu (30/5).
Pelaksanaan UNBK tahun ini, kata dia, hanya diikuti tiga sekolah SMP. Ketiga SMP ini, menumpang di tiga sekolah SMK terdekat, sebab sekolah tingkat SMP di Pasaman belum satu pun yang memiliki fasilitas komputer lengkap.
“Akibatnya anak-anak kita memiliki beban psikologis, karena melaksanakan ujian di sekolah lain. Ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri siswa dalam melaksanakan ujian. Ini keprihatinan bagi kita semua,” ungkap Ali Yusri. (Ola)
















