Pariaman Hadirkan Rumah Tempe, Salah Satu Langkah Tekan Angka Stunting

Penulis -

Senin, 27 Juli 2020 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar — Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengungkapkan di Kota Pariaman akan segera hadir Rumah Tempe.

“Terkait  dengan perencanaan pembangunan Rumah Tempe yang nantinya akan membantu dalam penurunan angka stunting, menambah objek wisata edukasi serta percontohan UKM tempe higienis di Kota Pariaman ,“ujarnya dilansir Prokabar dari MC Pariaman, Senin (27/7).

Dijelaskannya, Kota Pariaman tahun 2018 angka stunting mencapai 17.8 persen , dan Tahun 2019 menjadi 9,7 persen, mudah-mudahan angka stunting ini bisa ditekan dan kedepan angka stunting di Kota Pariaman bisa lebih menurun dengan adanya Rumah Tempe di Kota Pariaman.

“Hari ini, kami menghadirkan beberapa Indutri Kecil Menengah (IKM) yang mempunyai keinginan untuk bisa mempunyai usaha tempe dengan hadirnya Rumah Tempe ini, nantinya akan mengedukasi masyarakat Kota Pariaman bahwa tempe  bisa dijadikan cemilan dan aneka ragam makanan lain dengan inovasi dengan cita rasa yang enak dan menarik,“ imbuhnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, PT Semen Padang Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

“Rumah Tempe ini non profit, tetapi untuk mengedukasi masyarakat Kota Pariaman bahwa tempe ini gizinya sangat baik untuk pertumbuhan generasi muda ke depan,“ lanjutnya.

Tempe bukan hanya untuk lauk saja, namun juga menjadi makanan pengganti atau cemilan yang bisa dikonsumsi masyarakat. Di Kota Pariaman, tempe masih tergolong dalam usaha mikro yang hanya dibuat untuk konsumsi masyarakat Kota Pariaman, tetapi tempe ini cukup banyak karena datang dari Kota Padang, Padang Panjang  dan Bukittinggi yang masuk ke Kota Pariaman.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan, adanya Rumah Tempe di Kota Pariaman, Kami berharap, ini menjadi suatu peluang usaha bagi masyarakat Kota Pariaman setelah mereka diedukasi bahwa tempe ini sangat baik untuk kebutuhan gizi generasi muda.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H

Pemerintah Kota Pariaman sangat mendukung hadirnya Rumah Tempe ini dan bisa mengedukasi masyarakat Kota Pariaman mudah-mudahan di tahun 2019 angka stunting 9,7 persen dan diharapkan kedepan lebih turun lagi bisa mencapai 5 persen.

“Nantinya, kami akan terus menyosialsiasi kepada masyarakat dengan kehadiran Rumah Tempe ini untuk bisa meningkatkan daya konsumsi tempe ini di Kota Pariaman. Dan mudah-mudahan generasi muda Kota Pariaman semakin mengerti tentang nilai gizi yang dikandung tempe,” urainya.

“Dan terima kasih kepada USSEC (US Soybean Export Council) yang telah memilih Kota Pariaman menjadi percontohan Rumah Tempe untuk edukasi masyarakat Kota Pariaman,“ tuturnya.

Pemangku kepentingan (stakeholder) Rumah Tempe, Syafrudin Tamar juga menyampaikan, untuk Kota Pariaman, USSEC telah mempercayai Rumah Tempe yang akan dibuat di Kota Pariaman.

Baca Juga :  IPSI Padang Targetkan Juara Umum Silat di Porprov Sumbar 2026

“Kota Pariaman ditunjuk untuk membuat Rumah Tempe yang berarti bukan menjual ataupun  dijadikan profit oriented, tetapi kita memberi contoh kepada masyarakat bahwa apa itu tempe, cara pengolahannya, sehingga generasi muda Kota Pariaman tidak lagi stunting dengan mengkonsumsi tempe,“ tambahnya.

Sumatra Barat yang dianggap terkecil dalam menggunakan tempe. Rumah Tempe ini bukan berarti kita mengorganisasikan masyarakat untuk memakan tempe secara menyeluruh, tetapi kita ketahui tempe memiliki dampak yang luar biasa. Tempe bisa didesain sedemikian rupa menjadi berbagi macam bentuk menu dan rasa.

“Terima kasih kepada USSEC yang mempercayai kami untuk membuat Rumah Tempe ini, dan mudah-mudahan kita Kota Pariaman bisa menjadi contoh dan bermanfaat bagi masyarakat serta generasi muda ke depannya,“ jelasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hilangnya Meja dan Jaringan Komputer SMKN 1 Lubuk Sikaping Masih Jadi Misteri Penyedia Bantah Mengambil Barang
Dony Oskarian dan Menteri PU Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat
KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi dari 36 Negara pada IMLF 2026 di Stasiun BIM
Korban Bencana Sumbar Turun ke Jalan, Desak Penghentian Illegal Logging dan Illegal Mining
IPSI Padang Targetkan Juara Umum Silat di Porprov Sumbar 2026
SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan
KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H
Ketukan Palu Keadilan untuk Tiga Nyawa: Satria Juhanda, Pembunuh Berantai di Padang Pariaman Resmi Divonis Mati

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:10 WIB

Hilangnya Meja dan Jaringan Komputer SMKN 1 Lubuk Sikaping Masih Jadi Misteri Penyedia Bantah Mengambil Barang

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:57 WIB

Dony Oskarian dan Menteri PU Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:03 WIB

KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi dari 36 Negara pada IMLF 2026 di Stasiun BIM

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:24 WIB

Korban Bencana Sumbar Turun ke Jalan, Desak Penghentian Illegal Logging dan Illegal Mining

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:25 WIB

IPSI Padang Targetkan Juara Umum Silat di Porprov Sumbar 2026

Berita Terbaru