Ekonomi

Pagi Ini Rupiah Menguat Rp14.095

Jakarta, Prokabar —  Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta,  Kamis (10/1) pagi, bergerak menguat  30 poin ke posisi Rp14.095 dibandingkan sebelumnya Rp14.125 per Dolar AS.

Penguatan Rupiah ini, seperti dilansir dari Antaranews, karena adanya harapan pelaku pasar terhadap tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

“Mata uang emerging market, seperti Indonesia, cukup terbantu oleh sentimen eksternal itu,” kata analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, Rabu (9/1).

Apalagi, lanjut dia, sentimen dari dalam negeri juga cukup kondusif. Sejumlah indikator data ekonomi nasional seperti inflasi, cadangan devisa, dan realisasi APBN 2018 cukup sehat dan kredibel.

“Sentimen domestik itu juga memicu aliran dana asing masuk sehingga mendorong permintaan mata uang lokal,” katanya.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan posisi cadangan devisa pada tahun 2019 ini kemungkinan bisa berlanjut naik dengan mulai masuknya dana asing kembali ke pasar saham dan obligasi negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Masuknya dana asing itu seiring dengan kemungkinan kebijakan suku bunga the Fed yang cenderung dovish,” katanya.

Ia menambahkan aturan pemerintah mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan sumber daya alam (SDA) disimpan di bank lokal juga akan menjadi faktor positif bagi rupiah ke depan. (*/hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top