Padang Panjang Berjuang Jadi Kota Literasi UNESCO

Penulis -

Rabu, 17 Maret 2021 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Panjang, Prokabar – Kota Padang Panjang berjuang mendapatkan predikat Kota Literasi Unesco.

Kini, Padang Panjang sudah mempersiapkan proposal pengusulan (dossier) secara serius untuk predikat tersebut.

Pemerintah Kota Padang Panjang bersama praktisi dan akademisi sudah membuat arahan poin untukk dossier, Rabu (17/3).

Walikota Padang Panjang Fadly Amran mengatakan potensi kota Serambi Mekkah untuk menjadi Kota Literasi sudah ada.

Baca Juga:

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Lantaran, Padang Panjang memiliki sejarah dan semangat literasi yang masih bertahan hingga kini.

“Kita bisa lihat kehadirian pegiat literasi, komunitas, TBM, dan masyarakat yang menggelar acara berbasis literasi secara badoncek.”

“Ini harus menjadi bagian penting dalam penyusnan dossier,” kata Fadly Amran.

Fadly menegaskan penerjemahan istilah dalam bahasa daerah ke bahasa Inggris harus tepat agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman dalam dossier.

Begitupun dengan penguatan literasi adat dan nama tokoh dari dahulu hingga sekarang harus masuk dalam poin penjelasan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Baca Juga Milenialisme.com

“Lebih etnik dan penuh perjuangan, jangan lupa unsur ekonomi kreatifnya,” kata Fadly Amran.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Alvi Sena,  menganggap program Kota Literas Unesco merupakan bagian dari jaringan Kota Kreatif.

Jaringan Kota Kreatif tersebut sudah lahir sejak tahun 2004 dan sekkarang memiliki anggota di tuuh bidang kreatif.

“Bidang kreatif lainnya adalah Kriya dan Seni Rakyat, Disain, Film, Gastronomi, Seni Media dan Musik,” ungkapnya.

Kini, Kota Literasi Unesco sudah ada di Barcelona, Milan, Manchester, Seattle, dan Baghdad. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB