Pesisir Selatan, Prokabar – Pencarian 11 orang nelayan yang hilang setelah dihantam gelombang dan badai di Perairan Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumbar, diperluas hingga ke Mentawai dan Muko-Muko Provinsi Bengkulu.
Peristiwa hilang 11 nelayan tersebut terhitung sudah enam hari sejak pada Rabu 29 Januari 2020, pukul 08.00 WIB.
Tim gabungan ini meliputi dari Tim SAR Mentawai, Pol Airud Mentawai, Pol Airud Pessel, SAR Muko-Muko dan SAR Kota Padang.
Kasi Kedarutan dan Bencana, BPBD Pessel, Asnul mengatakan, pihaknya bersama Tim gabungan terus melakukan pencarian 11 nelayan asal Air Haji, hilang setelah dihantam gelombang dan badai yang cukup deras itu.
Sayangnya, hingga kini pihaknya belum berhasil menemukan 11 nelayan ini. Dan besok pencarian terpaksa dihentikan, karena petunjuk Standar Operasional.
“Tim kami bersama instansi terkait telah melakukan pencarian sejak hari Rabu (29/1). Hingg kini pencarian diperluas Hingg ke Mentawai dan Muko-Muko,” ujarnya para wartawan Senin (3/2).
Sebelumnya, tim gabungan juga melakukan pencarian menggunakan satu unit helikopter BNPB, namun, juga belum kunjung ditemukan.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk membantu pencarian ini, mudah-mudahan, sanak saudara kita segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutupnya.(min)
















