Padang Pariaman, Prokabar – Padang Pariaman, menjadi daerah yang mujur. Perhatian publik dan pembangunan sangat gencar dilakukan. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai usaha dan kerjasama banyak pihak. Termasuk anggota DPR RI.
Seperti oleh anggota Komisi III DPR RI Mulyadi, banyak hasil karya dan prakarsa anggota dewan dari Partai Demokrat ini lekat di daerah yang pernah dilanda gempa pada 2009 tersebut. Di antaranya, pengembangan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat di Tapakis yang kini telah beroperasi dan dinikmati oleh anak negeri
“Kita tahu Sumbar tak punya apa-apa kalau soal kekayaan alam, selain keindahan,” katanya, kepada wartawan usai peringatan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke -186 di Parit Malintang, Jumat lalu (11/1).
Mantan Ketua Komisi V DPR RI ini mengatakan, hanya dengan kretifitas politisi nasional alokasi APBN bisa dialokasikan ke Padang Pariaman.
Mulyadi menyadari, belakangan Sumatera Barat, terkhususnya Padang Pariaman lumayan banyak dapat kucuran APBN. “Dan itulah bagian dari tanggung jawab moral kita selaku anggota dewan yang dipilih masyarakat,” ungkapnya.
Kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat di Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman adalah kampus yang modern, karena memiliki sarana dan prasarana dalam mengembangkan keahlian mahasiswanya. Hal itu terlihat dengan adanya labor dan pelabuhan mini untuk simulasi. “Ini tidak hanya untuk Sumbar, tetapi Indonesia,” katanya.
“Ruang labornya luar biasa. Simulatornya sangat modern. Potensi yang sama-sama kita miliki ini, membuat laboratorium tempat pratikum para taruna-taruni, sehingga mereka bisa langsung mempraktekkan pekerjaan itu secara nyata dari ilmu yang mereka pelajari,” kata Mulyadi yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar itu.
Mulyadi ingin menjadikan Sumatera Barat dan Padang Pariaman sebagai pintu gerbangnya untuk bisa jadi daerah tujuan bagi Indonesia karena keindahan, kekuatan adat istiadatnya. Mimpi ke arah itu terus diwujudkan dengan berbagai kreativitas di tingkat nasional yang dibaa langsung ke Ranah Minang ini.
Momen 186 tahun usia Padang Pariaman, lanjut Mulyadi, terasa sekali bagi dirinya sebagai nostalgia. Dia merasakan betul betapa seorang Bupati Ali Mukhni yang sudah lama dikenalnya sebagai seorang kepala daerah yang tidak kenal lelah menjalankan pembangunan daerah.
“Padang Pariaman amat luar biasa. Saya akan terus berbuat untuk daerah ini, menggaet sebayak mungkin alokasi APBN untuk dibawa ke kampung,” ulasnya.
Terkait agak tertundanya pembangunan jalan Tol Padang Pariaman ke Pekanbaru, dia menegaskan, yang memperlambat itu soal penggantian tanah masyarakat. Di Pusat tidak ada lagi kendala. Semuanya sudah oke.
“Jadi saya minta Pemprov Sumbar dan Pemkab Padang Pariaman segera mencairkan ganti rugi tanah tersebut, agar pembangunan jalan tol itu dimulai pula,” katanya.
Sebelumnya, dalam sambutan Hari Jadi Kabupaten Padang Pariaman ke-186, Bupati Ali Mukhni memang banyak menyebut nama Mulyadi.
“Tanpa anggota DPR RI, terutama Pak Mulyadi pembangunan yang banyak ini tidak akan jadi. Kami minta bantuan Pak Mulyadi dan anggota DPR RI lainnya, serta Gubernur Irwan Prayitno untuk segera menuntaskan pembangunan jalan lingkar Duku-Sicincin. Dimana jembatan Buayan Lubuk Alung dalam jalur itu tuntasnya juga berkat tangan dingin Pak Mulyadi,” kata Ali Mukhni. (Adv)
















