Trending | News | Daerah | Covid-19

Opini

Mie Instant, Seolah Pahlawan Anak Kost-an

Dibaca : 392

 

Oleh : Mona Darmita
Mahasiswi Sastra Minangkabau
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Andalas

Berbicara mie instan, siapa sih yang tidak pernah mengkonsumsi makanan yang satu ini terlebih lagi mie instan sekarang sudah sangat diminati oleh semua kalangan dari anak-anak sampai lanjut usia. Karena mie instan merupakan makanan yang praktis/cepat saji, mudah didapat, dan harga pun sangat terjangkau oleh semua golongan sosial serta menjadikan mie instan sebagai simpanan cadangan makanan orang-orang apalagi kebutuhan makanan pokok utama kehabisan stok atau belum sempat dibeli.

Apalagi di zaman sekarang manusia lebih suka dengan hal-hal yang serba praktis yang bisa menghemat waktunya. Hal itulah yang membuat mie instan ini sangat digemari dan menjadi makanan alternatif agar tidak banyak menghabiskan waktu. Apalagi dengan banyaknya beberapa produk mie instan yang memiliki keunggulannya masing-masing yang meluncurkan produk-produk baru dan menggugah selera para penikmatnya berupa varian rasa yang berbeda-beda seperti rasa soto, rasa kari, rasa rendang, bahkan rasa asin, gurih, pedas semua ada dalam varian-varian rasa tersebut, bahkan rasa kuliner khas Nusantara juga dijadikan dalam varian mie instan tersebut. Hal itulah yang membuat mie instan semakin popular dan sangat diminati dimasyarakat Indonesia sekarang ini.

Terkhususnya untuk para anak kos yang sedang berkuliah termasuk saya sendiri juga pernah makan mie instan walaupun tidak sesering mahasiswa/i kebanyakan karena saya mengetahui bahaya dari mie instan itu sendiri. Sudah tak dapat dipungkiri lagi, makanan yang satu ini menjadi menu wajib bagi mereka apalagi disaat tanggal tua dan belum mendapat kiriman uang dari orangtua mereka. Dengan status sebagai mahasiswa, berarti kita adalah orang yang beranjak dewasa dengan kehidupan lebih mandiri, seperti pergi merantau demi pendidikan, tinggal dikost dan jauh dari orangtua harus bisa terbiasa hidup mandiri tanpa manja dari orangtua serta harus pandai mengatur keuangan sendiri.

Namun, ketika keuangan menipis tak jarang mahasiswa/i lebih memilih jalur cepat dan mudah serta praktis yaitu dengan mengkonsumsi mie instan demi bertahannya hidup mereka di perantauan sebagai anak kost yang jauh dari orangtua. Walaupun mengkonsumsi mie instan dibilang jelek dan berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi masih banyak orang yang makan mie instan apalagi dikalangan mahasiswa yang sedang kost dan mengabaikan dampaknya yang akan mengancam tubuh mereka. Bahaya yang akan ditimbulkan akibat keseringan mengkonsumsi mie instan ini yaitu, beresiko kanker, kerusakan jaringan otak, gangguan metabolisme tubuh, kerusakan organ, MSG, tinggi natrium, bahkan akan mengalami obesitas karena mie instan mengandung sejumlah besar lemak dan natrium karena lamanya proses cerna dari mie ini dalam tubuh.

Dari hasil observasi yang saya lakukan di kost tempat saya tinggal yang beralamatkan di Jln. Kapalo koto, Pasar Baru, Kota Padang, dari penghuni kos 15 orang dari berbagai daerah, sekitar 8 orang diantaranya menyediakan stok mie instan didalam kamar kostnya, dengan alasan yang sama dari mereka yaitu cadangan makanan dengan harga yang terjangkau ketika uang menipis dan mereka mengenyampingkan bahaya dari mie instan ini dengan alasan untuk bisa makan dan bertahan hidup.

Kemudian ketika saya tanya salah satu dari mereka dan hasil wawancara saya pada hari senin 10 Febuari 2020 yaitu Mahasiswi Unand yang bernama Fifin Aulia jurusan D3 Keuangan angkatan 2018, ia menyatakan alasannya memilih mie instan adalah karena pahlawan ketika uang kritis, lebih hemat dan mie instan mudah didapat serta bisa menghemat waktu dalam membuatnya. Ia menyatakan lebih mementingkan uang sakunya daripada untuk mengurus kesehatan, dia juga tahu dampak dari mie instan sendiri apabila dikonsumsi berkali-kali.

Dia juga mengetahui bahaya apa saja yang terjadi pada tubuhnya ketika mengkonsumsi mie instan yaitu setelah makan mie instan tersebut, dia kerap kali merasakan tidak enak pada perutnya seperti kembung, begah, dan mual. Tetapi dia tak jera, ia tetap saja mengkonsumsi mie sebagai kebutuhan ketika kekurangan uang. Karena baginya mie adalah pahlawan baginya ketika tugas menumpuk pun dan uang kritis ia tetap bisa makan yaitu dengan mie instan. Begitulah keterangan yang diberikannya.

Saat ini, mungkin kita hanya dapat membayangkan bagaimana jika kebiasaan mengkonsumsi dikalangan pelajar perantauan terutama yang sedang kost tetap mereka jalankan, maka akan lebih banyak lagi mahasiswa yang akan menabung penyakit di tubuh mereka. Kebanyakan anak kost sudah tak memikirkan bagaimana efek dari mie yang mereka makan secara terus-menerus. Memang pengaruh mie instan sangat jarang ditemui dampaknya secara cepat bagi tubuh meraka namun secara berangsur-angsur akan tampak begitu mengerikan.

Jadi, meskipun mie instan merupakan tempat pelarian untuk bertahan hidup dikala uang kritis bagi anak kost, tetapi dampak buruknya haruslah tetap diperhatikan, agar tidak ada yang sakit hanya gara-gara makan mie instan ini.

Karena tak jarang sudah banyak orang yang dilarikan ke rumah sakit akibat mengkonsumsi mie instan ini bahkan sampai dioperasi terutama kebanyakan dari golongan pelajar yang hidupnya hanya kost, bahkan sampai ada yang meninggal akibat makan mie instan yang terlalu sering.

Untuk itu, marilah sama-sama menjaga kesehatan kita dengan memulai pola hidup sehat dan makanan yang sehat juga untuk menunjang masa perkuliahan yang lebih baik agar tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top