Ramadan 1440 H

Menikmati Tarawih Satu Juz di Sejumlah Masjid Kota Padang

Suasana salat tarawih di masjid madinatul Munawarah, Padang

Padang, Prokabar — Bulan suci Ramadan merupakan kesempatan bagi umat muslim untuk memaksimalkan pelaksanaan ibadah, karena di bulan mulia tersebut setiap amal yang dilakukan mendapat ganjaran yang lebih besar dibanding bulan lainnya.

Ramadan juga menjadi kesempatan bagi sebagian besar muslim untuk mengkhatamkan bacaan kita suci Alquran. Namun bagi mereka yang tidak bisa dikarenakan berbagai aktivitas atau rutinitas sehari-hari, mungkin bisa mengkhatamkan Alquran lewat salat tarawih selama bulan Ramadan.

Dalam beberapa tahun belakang, sejumlah masjid kota di Padang menggelar salat tarawih dengan menamatkan satu juz dalam sekali pelaksaan sehingga di akhir Ramadan para jamaah bisa khatam sebelum malam takbiran.

Berikut sejumlah masjid yang menggelar tarawih dengan satu juz satu malam.

1. Masjid Muhammadan, Pondok.

Sebagai salah satu masjid tertua di Kota Padang, pelaksanaan tarawih satu juz permalam disini telah berlangsung lebih dari 10 tahun lalu.

Haji Syaf, salah seorang tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa pelaksaan tarawih di sini dilakukan sebanyak 20 rakaat (salam tiap dua rakaat) dengan tambahan 3 rakaat witir.

“Kalau 23 rakaat ini memang sudah dari tahun 50, namun satu juz per malam ini sekitar sepuluh tahun lebih. Ini karena kita ingin mengikuti seperti yang di kota suci Mekkah dan Madinah,” terangnya.

Sementara untuk imam tarawih di masjid yang dibangun oleh saudagar India ini adalah seorang hafiz (orang yang hafal Al-qurang) 30 Juz. “Dulu awalnya ada donatur yang mengundang hafiz dari Medan, namun sekarang dari pesantren hafiz Arham yang ada di Padang,” terangnya.

2. Masjid Madinatul Munawarah, Muara, Pantai Padang

Masjid yang berlokasi tidak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muaro Padang ini juga sudah dikenal sebagian masyarakat kota Padang bahkan Sumatera Barat sebagai salah satu masjid yang menyelenggarakan tarawih dengan bacaan satu juz semalam, bahkan di beberapa malam awal bisa lebih menjadi satu setengah juz karena di masjid ini selalu mengkhatamkan bacaan Alquran dalam tarawih saat malam ke 27.

Hal tersebut telah berlangsung beberapa tahun belakang sejak bangunan masjid di perluas dari yang sebelumnya adalah musala.

Dari pantauan Prokabar, masyarakat yang ikut serta tarawih cukup ramai terutama saat Kamis malam. Hal tersebut dikarenakan masjid tersebut merupakan ‘markas’ dakwah Tabligh di Sumatera Barat, sehingga jamaah yang datang untuk ikut tarawih juga berasal dari luar daerah bahkan sesekali ada jamaah dari luar negeri.

Selain itu, keistimewaan salat tarawih di sini, pada 10 malam terakhir di saat salat witir, imam akan melakukan qunut witir (doa qunut) di rakaat terakhir yang kerap membuat jamaah menitikan air mata dalam salat.

Imam tarawih di masjid ini berjumlah tiga orang yang selalu bergantian di setiap delapan rakaat.

3. Masjid Baiturahmah, Bypass Padang.

Diresmikan sejak 2017, Masjid yang terkenal dengan keindahan arsitekturnya ini sudah memulai tarawih satu juz permalam sudah cukup lama, bahkan sejak masjid ini masih berlokasi di belakang Rumah Sakit Siti Rahmah (sebelum di resmikan di lokasi baru di tahun 2017).

Ketua Pengurus Masjid Baiturrahmah Jemkhairil, di Masjid Baiturrahmah terdapat dua orang imam lulusan dari perguruan tinggi Mesir yang hafal Al Quran yang bergantian menjadi imam salat setiap 10 rakaat.

Karena bacaan Al Quran cukup panjang, pada malam Ramadan di masjid ini meniadakan ceramah agama.

Setelah salah isya kira-kira 10 menit langsung dimulai salat tarawih 20 rakaat dengan salam setiap dua rakaat dan disempurnakan dengan salah witir tiga rakaat.

Pantauan Prokabar, Pelaksanaan salat tarawih dimulai sekitar jam 20.15 atau 20.30 WIB dan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Kendati bacaan ayat cukup panjang tidak menyurutkan animo jamaah untuk mengikuti shalat di masjid ini. Hal ini terlihat dari shaf masjid yang selalu terisi tujuh hingga sembilan shaf dimana setiap shaf berkapasitas lebih kurang 98 orang. (hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top