Padang, Prokabar – Balimau menjadi tradisi sebagian masyarakat Minangkabau menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Di kampung Sungai Pisang, kelurahan teluk kabung selatan kecamatan bungus teluk kabung ini misalnya, Tradisi balimau kembali lestari.
Kegiatan berawal pukul setengah lima sore, ketika tak kurang 31 ibu-ibu yang berlaku sebagai kemenakan berkumpul di depan gang Masjid Nurul Bahar Sungai Pisang.
Mereka berbaris di gang depan masjid berikut limau yang sebelumnya mereka sandang dengan dulang di kepala.

Dulang gadang atau dulang tinggi ini memiliki hiasan yang serupa, berwarna kuning.
Baca Juga:
- Khusyuknya Tarawih 20 Rakaat di Masjid Syarif Cindakir Teluk Kabung
- Selama Ramadan, Umat Diminta Jaga Prokes
- Pakiah Mulai Indak Ka Lapau Simpang
Arak-arakan
Ibu-ibu ini menanti instruksi dari Kapalo Mudo dan Ketua Bamus Sungai Pisang beserta Ninik Mamak Delapan Suku di Nagari Teluk Kabung.
Begitu semuanya telah siap, arak-arakan pun mulai.
Ibu ibu mulai mengangkat dulang gadang atau dulang tinggi yang di dalamnya berisi air limau.
Arak-arakan mulai dari depan gang masjid Nurul Bahar hingga melewati simpang kantor lurah Teluk Kabung Selatan.
Sekitar seratus meter dari simpang itu, lokasi berhenti.
Selama arak-arakan berlangsung, sebagian dari Ninik Mamak ataupun perangkat nagari lainnya mengiringi dengan talempong tangan, menambah syahdu arak arakan berlangsung.

Dalam perjalanan juga terdapat beberapa ibu ibu yang berperan sebagai kemenakan ini terlambat, dan ikut dalam barisan di tengah.
Beberapa aparat kepolisian turut mengawal di lokasi perhentian yang dipimpin Panit 1 bidang binmas polsek Bungus Teluk kabung.
Setelah tiba di lokasi ada sedikit sambutan. Kapalo mudo memulainya.
Jaga Protokol Kesehatan
Kemudian sambutan kedua oleh Bamus Sungai Pisang dan Perwakilan Polsek Bungus Teluk Kabung.
“Ini baru pertama kali saya melihat balimau dalam arti sebenarnya.”
“Kami bersyukur tradisi menyambut Ramadhan ini tetap lestari.”
Baca Juga Milenialisme.com
- Ramadhan Datang Hati Senang
- Maksimal Pembayaran THR H-1 Lebaran Idul Fitri
- Warga Padang Tak Boleh Balimau di Tempat Umum
Catatan kami, pelaksanaan balimau sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan.”
“Selanjutnya Ninik Mamak dan tokoh masyarakat harus berperan menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan suci Ramadhan.”
“Terutama generasi muda untuk menghindarkan hal hal yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan.”
“Lebih baik kita meramaikan kegiatan di Masjid atau Musala,” Pesan Panit 1 Binmas Polsek Bungus Teluk Kabung.

Pesan Menjaga Tradisi Balimau
“Diambak gadang, dianjuang tinggi oleh anak kamanakan.”
“Ini sudah menjadi tradisi kami untuk balimau menyambut hari baik bulan baik seperti datangnya bulan suci Ramadhan,” Sebut ketua bamus Sungai Pisang Nasril Datuak Sari Maharajo.
“Selain sudah menjadi tradisi oleh orangtua kami terdahulu. Mereka berpesan agar tradisi balimau ini jangan sampai hilang. Hingga akhirnya terlaksana seperti hari ini.” Tutur Yurizal Bandaro Panjang yang merupakan kapalo mudo di Sungai pisang.
Lebih lanjut yurizal juga menambahkan, balimau ini memiliki makna bahwa penyediaan limau oleh kemenakan kepada mamak mereka menunjukkan hati bersih kemenakan kepada mamak dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan bulan-bulan selanjutnya.
Sebaliknya keikhlasan hati dari mamak atas limau yang kepada kemenakannya, disiramkan ke kepala dan badan di akhir kegiatan balimau di sungai pisang ini.
Usai prosesi balimau yang ditandai dengan memercikan air di kepala dan sebagian badan, kegiatan ditutup dengan salam salaman, saling bermaafan menyambut bulan suci ramadan. (Adh)
















