Jakarta, Prokabar – Setiap orangtua menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan sempurna. Pernahkan Anda memikirkan tentang perkembangan metabolisme tubuh pada bayi? Bagaimana sih sebenarnya prosesnya? Lalu mengapa bisa terjadi kelainan metabolisme pada bayi? Mari kita kupas masalah ini.
Metabolisme tubuh pada bayi, umumnya sama dengan metabolisme tubuh orang dewasa. Metabolisme melibatkan beberapa tahap yang merubah makanan yang kita makan ke dalam bentuk zat makanan dan hasil akhirnya akan terbentuk energy dan produk metabolic lainnya. Demikian pula pada bayi yang hanya mengasup ASI. ASI akan diubah dalam tubuh si kecil untuk menghasilkan energy yang nantinya berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sedang energy yang terbentuk, akan digunakan antara lain untuk memperbaiki jaringan yang luka, seperti pada keadaan luka atau lecet, mengatasi trauma pada tubuh, kecelakaan, atau mengeluarkan toksin dan racun di dalam tubuhnya.
Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme). Setiap manusia memiliki metabolisme dasar, yang digunakan untuk aktivitas fungsi alat-alat tubuh. Kebutuhan untuk itu pun dapat dihitung menggunakan berat badan bayi.
Anabolisme vs Katabolisme
Anabolisme, adalah kemampuan tubuh untuk menyimpan sari-sari yang dianggap penting dari makanan yang masuk. sedang katabolisme adalah kemampuan tubuh untuk menghancurkannya. Dan kemampuan anabolisme dan katabolisme tubuh masing-masing anak memang berbeda.
Jika tubuhnya mempunyai kemampuan anabolisme yang baik, maka makanan yang masuk dengan sendirinya dapat disimpan dengan baik pula dan akhirnya “menjadi daging”. Nah kebalikannya adalah anak yang sistem katabolismenya lebih tinggi. Begitu makanan masuk, sebelum diserap pun sudah banyak yang hancur. Untuk itu sistem dalam tubuh manusia itu berlainan.
Oiya di dalam tubuh ada yang dinamakan irama sirkardian, yang mengatur makan, minum, tidur dan fungsi lainnya. Setiap anak memiliki irama sirkardian masing-masing. Ritme sirkardian berbeda-beda waktunya, ada yang sore hari, siang atau malam hari. Saat yang baik bila kita memberikan asupan nutrisi / makan pada saat puncak waktu irama sirkardian anak, sehingga diharapkan anak dapat makan dengan baik, sehingga metabolisme tubuh berlangsung lancar, dan Anda pun tidak perlu memaksa anak untuk makan. (rsk)
















