Mengenali Kelainan Metabolisme Pada Bayi

Penulis -

Selasa, 17 Juli 2018 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Setiap orangtua menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan sempurna. Pernahkan Anda memikirkan tentang perkembangan metabolisme tubuh pada bayi? Bagaimana sih sebenarnya prosesnya? Lalu mengapa bisa terjadi kelainan metabolisme pada bayi? Mari kita kupas masalah ini.

Metabolisme tubuh pada bayi, umumnya sama dengan metabolisme tubuh orang dewasa. Metabolisme melibatkan beberapa tahap yang merubah makanan yang kita makan ke dalam bentuk zat makanan dan hasil akhirnya akan terbentuk energy dan produk metabolic lainnya. Demikian pula pada bayi yang hanya mengasup ASI. ASI akan diubah dalam tubuh si kecil untuk menghasilkan energy yang nantinya berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sedang energy yang terbentuk, akan digunakan antara lain untuk memperbaiki jaringan yang luka, seperti pada keadaan luka atau lecet, mengatasi trauma pada tubuh, kecelakaan, atau mengeluarkan toksin dan racun di dalam tubuhnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme). Setiap manusia memiliki metabolisme dasar, yang digunakan untuk aktivitas fungsi alat-alat tubuh. Kebutuhan untuk itu pun dapat dihitung menggunakan berat badan bayi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Anabolisme vs Katabolisme

Anabolisme, adalah kemampuan tubuh untuk menyimpan sari-sari yang dianggap penting dari makanan yang masuk. sedang katabolisme adalah kemampuan tubuh untuk menghancurkannya. Dan kemampuan anabolisme dan katabolisme tubuh masing-masing anak memang berbeda.

Jika tubuhnya mempunyai kemampuan anabolisme yang baik, maka makanan yang masuk dengan sendirinya dapat disimpan dengan baik pula dan akhirnya “menjadi daging”. Nah kebalikannya adalah anak yang sistem katabolismenya lebih tinggi. Begitu makanan masuk, sebelum diserap pun sudah banyak yang hancur. Untuk itu sistem dalam tubuh manusia itu berlainan.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Oiya di dalam tubuh ada yang dinamakan irama sirkardian, yang mengatur makan, minum, tidur dan fungsi lainnya. Setiap anak memiliki irama sirkardian masing-masing. Ritme sirkardian berbeda-beda waktunya, ada yang sore hari, siang atau malam hari. Saat yang baik bila kita memberikan asupan nutrisi / makan pada saat puncak waktu irama sirkardian anak, sehingga diharapkan anak dapat makan dengan baik, sehingga metabolisme tubuh berlangsung lancar, dan Anda pun tidak perlu memaksa anak untuk makan. (rsk)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB