Mengenal Sosok Buya Hamka, Pejuang Empat Zaman Keturunan Para Syekh Terkemuka (03)

Penulis -

Rabu, 3 Oktober 2018 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Rudi Yudistira. S.S

 

Syekh Abdulkarim Amrulllah (Haji Rasul) dan Pergerakan Kaum Muda di Ranah Minang

Syekh Abdulkarim Amrullah adalah ayah kandung Buya Hamka. Beliau lahir Ahad, 17 Safar 1296 Hijriah atau 10 Februari 1879 Masehi. Beliau lahir di Kapalo Kabun, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam. Beliau anak dari pasangan Syekh Muhammad Amrullah dengan Tarwasa (istri ketiga). 

Haji Rasul disaat berumur 10 tahun dibawa pamannya Haji Abdussamad ke Dusun Sibalantai, Tarusan, Pesisir Selatan. Beliau belajar mengaji kepada Tuanku Haji Hud dan Tuanku Fakih Sammun selama setahun dan kembali lagi ke Sungai Batang. Kemudian berlanjut ke Kapas Panji, Banuhampu. Usia 13 tahun, Ayah Hamka tersebut langsung dididik Tuanku Fakih Kisai belajar Nahwu dan Sharaf.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Setelah tuntas, Haji Rasul diantarkan ke Sungai Rotan Pariaman, untuk mendapatkan pendidikan dari murid ayahnya bernama Tuanku Sutan Muhammad Yusuf. Di Pariaman, Haji Rasul belajar sampai khatam kitab Minhajut Thalibin karangan Imam Nawawi dan Tafsir Jalalin. 

Pada tahun 1312 Hijriah (1894), Syekh Abdulkarim Amrullah berlayar ke Makkah dan belajar dengan gurunya Syekh Ahmad Khatib selama tujuh tahun. Di sana beliau bertemu dengan Syekh Muhammad Jamil Jambek dan Syekh Taher Jalaluddin. Selain belajar dengan Syekh Ahmad Khatib, beliau juga pernah belajar dengan Syekh Abdullah Jamidin, Syekh Usman Serawak, Syekh Umar Bajened, Syekh Saleh Bafadal, Syekh Hamid Jedah, Syekh Sa’id Yaman dan Syekh Yusuf Nabhani.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selepas dari Mekkah inilah, Pembaharuan Islam dimulai dengan Tharikat Naqsyabandi didapat dari gurunya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Haji Rasul dan dua rekannya Syekh Muhammad Jamil Jambek dan Syekh Taher Jalaluddin bersama-sama memulai yang disebut dengan Pergerakan Kaum Muda. Tidak hanya itu, terdapat sederatan nama ulama lainnya yang memiliki paham yang sama dalam melakukan pergerakan Ulama Kaum Muda pada saat itu. Seperti Syekh Abdulkadir Al Mandili (Mandahiling), Tuanku Syekh ‘Abbas, Ammi Daud atau Syekh Daud Rasyidi, Syekh Khatib Ali, Khatib Sayidina, Tuanku Syekh Bayang, Tuanku Syekh Seberang Padang dan Imam Masjid Ganting. 

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Mereka berkumpul di rumah Haji Jamil di Kampung Pondok, Padang untuk meminta pandangan kepada Ayah Hamka, Syekh Abdulkarim Amrullah untuk memantapkan pergerakan sebagai ulama yang berpegang teguh pada paham Tharekat Naqsyabandiah sesuai yang didapat dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Dan pergerakan tersebut juga dirasakan pula saat ini, hingga berkembang Umat Muslim di Indonesia. Dan seiring itu pula berkembang pula Organisasi Islam Muhammadiah didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan serta Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan Kyai Haji Hasyim Asy’ari dan Kyai Haji Wahab Chasbullah.

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB