Artikel

Mengenal Sosok Buya Hamka, Pejuang Empat Zaman Keturunan Para Syekh Terkemuka (03)

Oleh : Rudi Yudistira. S.S

 

Syekh Abdulkarim Amrulllah (Haji Rasul) dan Pergerakan Kaum Muda di Ranah Minang

Syekh Abdulkarim Amrullah adalah ayah kandung Buya Hamka. Beliau lahir Ahad, 17 Safar 1296 Hijriah atau 10 Februari 1879 Masehi. Beliau lahir di Kapalo Kabun, Jorong Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam. Beliau anak dari pasangan Syekh Muhammad Amrullah dengan Tarwasa (istri ketiga). 

Haji Rasul disaat berumur 10 tahun dibawa pamannya Haji Abdussamad ke Dusun Sibalantai, Tarusan, Pesisir Selatan. Beliau belajar mengaji kepada Tuanku Haji Hud dan Tuanku Fakih Sammun selama setahun dan kembali lagi ke Sungai Batang. Kemudian berlanjut ke Kapas Panji, Banuhampu. Usia 13 tahun, Ayah Hamka tersebut langsung dididik Tuanku Fakih Kisai belajar Nahwu dan Sharaf.

Setelah tuntas, Haji Rasul diantarkan ke Sungai Rotan Pariaman, untuk mendapatkan pendidikan dari murid ayahnya bernama Tuanku Sutan Muhammad Yusuf. Di Pariaman, Haji Rasul belajar sampai khatam kitab Minhajut Thalibin karangan Imam Nawawi dan Tafsir Jalalin. 

Pada tahun 1312 Hijriah (1894), Syekh Abdulkarim Amrullah berlayar ke Makkah dan belajar dengan gurunya Syekh Ahmad Khatib selama tujuh tahun. Di sana beliau bertemu dengan Syekh Muhammad Jamil Jambek dan Syekh Taher Jalaluddin. Selain belajar dengan Syekh Ahmad Khatib, beliau juga pernah belajar dengan Syekh Abdullah Jamidin, Syekh Usman Serawak, Syekh Umar Bajened, Syekh Saleh Bafadal, Syekh Hamid Jedah, Syekh Sa’id Yaman dan Syekh Yusuf Nabhani.

Selepas dari Mekkah inilah, Pembaharuan Islam dimulai dengan Tharikat Naqsyabandi didapat dari gurunya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Haji Rasul dan dua rekannya Syekh Muhammad Jamil Jambek dan Syekh Taher Jalaluddin bersama-sama memulai yang disebut dengan Pergerakan Kaum Muda. Tidak hanya itu, terdapat sederatan nama ulama lainnya yang memiliki paham yang sama dalam melakukan pergerakan Ulama Kaum Muda pada saat itu. Seperti Syekh Abdulkadir Al Mandili (Mandahiling), Tuanku Syekh ‘Abbas, Ammi Daud atau Syekh Daud Rasyidi, Syekh Khatib Ali, Khatib Sayidina, Tuanku Syekh Bayang, Tuanku Syekh Seberang Padang dan Imam Masjid Ganting. 

Mereka berkumpul di rumah Haji Jamil di Kampung Pondok, Padang untuk meminta pandangan kepada Ayah Hamka, Syekh Abdulkarim Amrullah untuk memantapkan pergerakan sebagai ulama yang berpegang teguh pada paham Tharekat Naqsyabandiah sesuai yang didapat dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Dan pergerakan tersebut juga dirasakan pula saat ini, hingga berkembang Umat Muslim di Indonesia. Dan seiring itu pula berkembang pula Organisasi Islam Muhammadiah didirikan Kyai Haji Ahmad Dahlan serta Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan Kyai Haji Hasyim Asy’ari dan Kyai Haji Wahab Chasbullah.

 

 

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top