Melaut Waktu Subuh, Nelayan di Pessel Hilang, Begini Ceritanya

Penulis -

Jumat, 26 Juli 2019 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Sil Nofrianto, warga Kenagarian Koto Nan Tigo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan penjaring ikan hilang saat pergi melaut, Kamis (25), pukul 10.00 WIB.

Pencarian oleh warga dan personel Basarnas belum membuahkan hasil hingga malam ini.

Informasi yang dihimpun Prokabar.com, pihak keluarga baru menyadari korban hilang sekitar pukul 10.00 WIB setelah kakak korban melakukan pencarian.

Cerita warga sekitar, korban berangkat melaut sekitar pukul 04.00 pagi. Korban seharusnya sudah kembali sekitar pukul 08.30. Namun hingga jam 09.00 belum kembali.

Kakak korban mulai mencari ke tengah laut. Jaring dan perahu ditemukan sementara korban tidak terlihat. Kakaknya mengabarkan pada nelayan yang lain hingga informasi itu sampai pada wali nagari setempat.

Wali Nagari Koto Nan Tigo, Yusrizal mengatakan, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras sejak kecil. Kondisi ekonomi membuatnya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup.

“Umurnya yang masih muda, namun rela bangun pagi tiap hari. Bekerja. Anak-anak seumur itu biasanya lebih banyak bermain,” ujar Yusrizal dengan nada sabak.

Yusrizal mengaku mendapat kabar kehilangan korban sekitar pukul 11.30. Dirinya pun ikut melakukan pencarian menggunakan perahu.

Sekitar 10 perahu nelayan sekitar ikut mencari. Dia berharap korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Meski kehilangannya sudah hampir sehari, sebutnya, selalu ada harapan.

Kejadian serupa baru pertama kali terjadi dan diharapkan ke depan tidak terulang kembali. Peristiwa yang menimpa korban dapat menjadi pelajaran untuk semua pihak.

“Kalau bisa siapkan bantuan-bantuan peralatan agar nelayan kami lebih safety saat akan melaut. Ini harapan saya,” ungkapnya.

Pantauan Prokabar.com di sekitar Taluak Tampuruang, perahu-perahu nelayan turun mencari korban. Selain warga setempat, pencarian dilakukan oleh tim Basarnas dari Pesisir Selatan dan Padang.

Komandan Tim Basarnas Kota Padang, Riko Likardo mengatakan, pihaknya menurunkan sembilan personel dan satu set perahu karet serta mobil ambulance.

Basarnas Pessel juga menurunkan delapan orang personel.

Informasi awal dari lokasi kejadian, korban hilang sekitar tujuh hingga delapan mil dari bibir pantai.

“Informasi hilangnya di sana. Kita akan sisir wilayah sekitar,” kata Riko Likardo.

Hingga pukul 10.00 WIB korban belum ditemukan. Bila waktu tidak memungkinkan pencarian akan dilanjutkan esok hari, tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB