Opini

Melanjutkan Pembangunan Padang Panjang

Oleh Hendri Arnis
(Walikota Padang Panjang 2014-2019)

Membangun Padang Panjang bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sehingga pembangunan di Kota Padang Panjang dapat dilaksanakan. Keberhasilan pembangunan tidak hanya menyangkut partisipasi masyarakat saja, tapi juga anggaran yang harus dicarikan. Mengandalkan APBD semata untuk pembangunan jelas mempengaruhi kinerja pemerintahan yang lain. Sebab sudah menjadi pengetahuan publik, APBD Kota Padang Panjang sangatlah terbatas. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Padang Panjang selalu berusaha mencari dana di luar APBD agar pembangunan tetap dapat dilaksanakan tanpa mengurangi anggaran APBD yang ada.

Pengalaman saya di periode pertama memimpin Padang Panjang tentu tidak belum bisa dijadikan tolak ukur keberhasilan ini. Namun, jika dilihat secara nyata, memang sudah ada beberapa perubahan wajah Kota Padang Panjang yang sudah saya lakukan. Misalnya, pelaksanaan pembangunan yang menurut saya sangat momumental dan akan menjadi icon baru bagi Kota Padang Panjang adalah pembangunan Islamic Center, Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Pembangunan Pasar Pusat dan Taman Kota Lembuti.

Walaupun begitu, pembangunan yang dilaksanakan tersebut tentu belum dapat dikatakan selesai karena masih ada yang perlu dilanjutkan. Misalnya, pembangunan Islamic Center tentu tidak hanya sekedar membangunan fisiknya saja. Ke depan perlu ada upaya melengkapi pembangunan fisik itu dengan membangunan mental umat Islam di Padang Panjang sehingga dapat sejalan dengan kemegahan Islamic Center yang sudah ada. Apalagi Padang Panjang dikenal dengan kota Serambi Makkah yang perlu disemarakan dengan syiar dan aktifitas keislaman warganya dengan basis Islamic Center tersebut. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah kota ke depan.

Begitu juga, masalah Pasar Raya juga menjadi perhatian serius saya sebagai walikota. Memang ada sedikit kendala dalam menempati pasar raya tersebut. Akan tetapi, in syaa Allah saya akan mengurai persoalan ini sehingga pedagang dan masyarakat dapat menikmati pembanguan pasar raya tersebut. Ke depan, pembangunan pasar raya tahap ke-2 juga akan mendapat perhatian Pemerintah Kota Padang Panjang. Hal yang terasa kurang menurut saya selama ini adalah menghidupkan suasana harmonis dan damai di lingkungan kota. Oleh karenanya, saya juga berniat menjadikan Kota Padang Panjang sebagai kota layak anak sebagaimana kota-kota lain di Indonesia. Dengan adanya taman kota sekaligus dilengkapi dengan fasilitas bermain bagi anak-anak, maka akan muncul suasana silaturahim karena berlangsung aktifitas dan interaksi di antara warga kota dengan anak-anak mereka sehingga terjalin keakraban dan silaturahmi.

Agenda Ke Depan
Saya patut bersyukur dan berterima kasih karena selama periode pertama kepemimpinan saya ini mendapat dukungan yang penuh dari warga Kota Padang Panjang. Tanpa dukungan warga, sangat sulit bagi saya mewujudkan pembangunan tersebut apalagi banyak kendala yang ditemukan oleh walikota sebelumnya dlam mewujudkan pembangunan tersebut. Tentu pada periode kedua kepemimpinan saya ini, banyak agenda yang akan saya wujudkan sesuai dengan visi dan misi yang ada. Yang jelas, apa yang akan saya laksanakan ini tidak lagi terfokus pada pembangunan fisik semata. Pembangunan sumber daya manusianya juga menjadi penting. Oleh karena itu, komitmen saya dengan H. Eko Furqani yang selama ini memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD Padang Panjang bersama-sama akan mewujudkan pembangunan sumber daya manusia ini.

Misalnya, menyediakan jaminan kesehatan gratis dan pendidikan gratis bagi warga Padang panjang. Kedua program ini penting guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tersebut. Jika warga Kota Padang Panjang terjamin kesehatan dan pendidikannya, bukan tidak mungkin akan muncul manusia yang unggul di Sumatera Barat yang berasal dari Kota Padang Panjang. Selain meningkatkan kualitas layanan dasar ini, juga dibarengi dengan meningkatkan layanan lain seperti menyediakan perumahan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Artinya, pembangunan Rusunawa akan terus saya kembangkan tentunya dengan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Kebijakan penurunan angka kemiskinan juga menjadi perhatian pemerintah kota Padang Panjang yang selama tahun 2017 target penurunannya sampai pada angka 5,7 persen di bawah angka kemiskinan di tingkat nasional yang ada pada angka 9,5 persen-10,5 persen. Tentu menurunkan angka kemiskinan ini jga harus disertai dengan peningkatan angka pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 6,70 persen. Dengan meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi ini, maka lapangan pekerjaan baru akan bisa bertambah.

Program lain yang juga menjadi perhatian pemerintah kota adalah bagaimana memperkuat kelurahan sebagai basis pertumbuhan ekonomi. Selama ini, perhatian pada kelurahan hanya pada upaya meningkatkan pelayanan publik. Ke depan, kelurahan akan dijadikan basis pembangunan ekonomi produktif warga Padang Panjang. Setiap kelurahan akan disediakan dana sebanyak satu milyar untuk membiayai aktifitas ekonomi produktif warganya. Paling tidak dengan penyediaan dana ini, akan muncul wirausahawan muda yang berkomitmen menghidupkan kembali sektor ekonomi produktif mengingat posisi Kota Padang Panjang yang sangat strategis di Sumatera Barat. Sementara bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah melaksanakan usahnya, maka Pemerintah Kota Padang Panjang juga akan menyediakan bantuan kredit murah bagi sektor ini.

Saya menyadari tentunya Pemerintah Kota Padang Panjang juga memiliki keterbatasan dalam mewujudkan pembangunan ini. Oleh karena itu, meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi syarat keberhasilan program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan ini. Walaupun begitu, selama ini partisipasi warga Kota Padang Panjang sudah berjalan dengan baik. Memang masih ada sedikit kendala dalam menggerakan partisipasi tersebut seperti kendala mekanisme, waktu dan jumlah warga yang terlibat.

Namun, jika belajar dari pengalaman keberhasilan pembangunan beberapa kota di Indonesia, justru keterlibatan masyarakat inilah yang menjadi kunci utamanya. Idealnya dengan jumlah masyarakat Kota Padang Panjang yang mencapai 35.948 orang ini tentu tidak sulit mendorong mereka untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut. Inilah salah satu pekerjaan bersama yang harus diselesaikan agar masyarakat tetap memiliki kebanggaan terhadap capaian pembangunan dan kemajuan Kota Padang Panjang.[]

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top