Payakumbuh, Prokabar – Bisnis daging kerbau impor asal India, disinyalir berlangsung apik di Payakumbuh. Pedagang tradisional tak alang paniknya.
Penasaran dengan cerita mulut ke mulut soal daging kerbau impor tersebut, Prokabar mencoba melakukan penelusuran sejak beberapa pekan terakhir.
“Dugaan kami, ada (daging impor India,-red). Itu daging kerbau, merah pekat warnanya. Tapi, penjualannya tidak terbuka, tidak di los. Melainkan langsung ke pelanggan,” kata Hendri, pedagang tradisional di los daging Pasar Ibuh mengungkapkan kecurigaannya.
Dugaan ini semakin menguat, sebab penjualan daging sapi maupun kerbau di Pasar Ibuah, cendrung turun. “Misal begini, ada pelaku usaha A, itu biasanya beli daging kami di angka 50 kilogram. Sekarang, mereka beli cuma 25 kilograman,” kata dia memberi contoh.
Jika usaha pelanggan tersebut lesu, maka kata Hendri wajar. Namun, dia dan sejumlah kawan-kawannya sudah memantau, jika usaha beberapa pelanggan partai besarnya, malah stabil.
Takut mereka-reka, para pedagang di Pasar Ibuh, juga saling berkomunikasi soal kondisi tersebut. “Sebenarnya, kalau pelanggan tidak membeli daging ke pedagang A, maka pasti ke B, C, D. Nah, ini tak ada diantara kami. Berarti ada dugaan, masuk daging luar,” jelasnya.
Pedagang lain memprediksi, daging impor asal India itu, dicampur oleh pengusaha kuliner dan sejenisnya, dengan daging yang dijual lokal. “Kalau impornya resmi, kenapa tidak dibuka saja lapak?,” tanya pedagang penuh heran.
Tidak tertutup kemungkinan, daging impor yang diduga dijual dengan senyap itu, masuk ke pusat-pusat kuliner dan rumah makan.
“Kalau pelanggan kami, kan banyak pengusaha rumah makan, pengusaha kuliner, sate dan sebagainya. Kami berharap, jika benar ada daging impor masuk, maka segera ditelusuri pihak berkompeten,” harap para penjual daging turun temurun di los Ibuh Payakumbuh.
Hendri mengaku, bersama teman temannya, dia sudah pernah melaporkan lisan dugaan ini kepada polisi. “Kebetulan, saya curhat ke Ayah Russirwan, Kapolsekta Payakumbuh beberapa hari lalu,” tukuknya.
Dia yakin, kabar daging impor beredar marak ini, akan terungkap lambat laun.
“Kami berharap, kalau benar daging kerbau India masuk Payakumbuh, mestinya dijual terbuka. Tidak diam-diam,” demikian para pedagang.
TEKAN HARGA
Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan, akan
mendatangkan daging kerbau secara bertahap dari India.
Rencananya, tiap bulan daging yang datang antara 5.000 hingga 9.000 ton.
“Kami akan realisasi sepanjang tahun dalam 5 batch kontrak, masing-masing 20.000-an ton. Barang, datang per bulan 5.000-9.000 ton-an,” kata Andrianto.
Sementara, Perum Bulog mengimpor daging kerbau setelah mendapat izin dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membenarkan hal itu. Kata dia, tujuannya jelas untuk menekan lonjakan harga. (vbm)
















