Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Mau Naik Gunung Kerinci? Kuota 50 Orang Sehari

Yunaidi kabid pengelolaan TNKS (foto ant)

Padang, Prokabar — Gunung Kerinci boleh didaki. Jika lewat jalur Solok Selatan maka diberi kuota, 50 orang sehari. Harus melapor 3 hari sebelum mendaki.

Kuota dipatok oleh petugas Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Ini untuk keselamatan dan memudahkan memantau pergerekan pendaki.

“Pemberitahuan ini penting supaya tidak terkendala pengurusan surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi),”kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar, Yunaidi di sela acara pelatihan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat kepada pemandu pendakian Gunung Kerinci di Padang Aro, Kamis.

Baca Juga :  Berlebaran, Wagub Sumbar Singgahi Rumah Tak Layak Huni di Desa Lansano Taratak

Ia menyebutkan waktu pendakian juga dibatasi maksimal empat hari naik sampai turun, karena kondisi alam di kawasan itu tidak menentu.

“Memang akan ada antrean pendaki namun itu akan membuat pengunjung semakin penasaran,” katanya.

Pengurusan simaksi bisa dilakukan di Kantor Wilayah II Sumbar di Padang, kantor Balai Besar di Sungai Penuh, dan Kantor Seksi IV di Solok Selatan.

Baca Juga :  Mobil Innova Terjun ke Jurang, 2 Orang Tewas

“Khusus pendaki mancanegara simaksinya harus dari Balai Besar TNKS,” ujarnya.

Untuk jalur pendakian dari Solok Selatan ujarnya, sulit untuk dijadikan zona pemanfaatan, sebab berada dalam kawasan rimba sehingga setiap pendaki harus mengurus simaksi.

“Solok Selatan menjadi lokasi pengelolaan ekowisata di kawasan TNKS di Sumbar, dan sekarang kami juga sedang mengembangkannya di Pesisir Selatan pada air terjun Lumpo,” katanya. (*/lgs)

Berani Komen Itu Baik

To Top