Masyarakat Tolak Ganti Rugi, Proyek Tol Sumbar-Riau Dihentikan

Penulis -

Rabu, 30 Mei 2018 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pembangunan jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Riau kembali dihentikan karena adanya penolakan warga pemilik lahan yang menilai harga ganti kerugian yang ditetapkan pemerintah terlalu rendah.

“Sementara dihentikan dulu sambil menunggu negosiasi dengan warga yang lahannya masuk dalam rencana trase pembangunan tol,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Rabu.

Ia mengatakan itu terkait progres pembangunan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, Riau yang “groundbreaking”nya dilakukan Presiden RI Joko Widodo pada Februari 2018.

Harga yang ditetapkan pemerintah sebenarnya cukup tinggi dengan rentang Rp32 ribu per meter hingga Rp286 ribu per meter tergantung segmen masing-masing.

Namun masyarakat pemilik lahan menyangka harga Rp32 ribu per meter itu merata untuk semua, sehingga muncul reaksi penolakan. Bahkan masyarakat sepakat meminta penghentian sementara proses pengerjaan jalan tol hingga ada kejelasan.

“Kalau saya lihat, ini ada kesalahpahaman dari masyarakat yang menolak. Perlu sosialisasi lebih baik agar masyarakat paham ada rentang harga untuk lahan, tidak dipatok Rp32 ribu per meter,” kata Nasrul.

Secepatnya pemerintah daerah akan menetapkan harga untuk setiap segmen tanah, berkoordinasi dengan Wali Nagari setempat, sebagai orang yang menjadi pembanding harga tanah.

“Wali Nagari diharapkan bisa membantu menilai harga segmen tanah dengan rentang harga yang telah ditentukan,” ujarnya.

Penolakan masyarakat tersebut otomatis menyebabkan target penyelesaian tol Padang Pariaman-Pekanbaru sepanjang 244 kilometer itu terundur. Sebelumnya Pemprov Sumbar menargetkan proses pembayaran ganti rugi rampung pada Juli 2018.

Pembangunan jalan tol Padang Pariaman – Pekanbaru akan dilakukan dalam tiga tahap hingga 2023 mendatang. Tahap I menghubungkan Padang-Sicincin sepanjang 27 kilometer. Tahap II menghubungkan Bangkinang-Pekanbaru sepanjang 38 km. Tahap III menghubungkan Sicincin-Bangkinan sepanjang 189 km.

Pembangunan menggunakan dana pinjaman dari Jepang dengan total kebutuhan diperkirakan Rp 78,09 triliun.(*/upk)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB