Masjid Limo Kaum, Bukti Sejarah Masuknya Islam di Minangkabau

Penulis -

Kamis, 9 Mei 2019 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Masjid Raya Limo Kaum merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Tanah Datar. Diperkirakan, usia masjid ini telah lebih dari 300 tahun.

Masjid ini juga telah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya. Berdasarkan sejarahnya, pada mulanya masjid ini tidaklah berdiri di lokasi saat ini, melainkan di Jorong Balai Batu dan dibangun pada abad ke 17.

Struktur bangunan Masjid Raya Limo Kaum memiliki bentuk yang unik dan dipengaruhi oleh kebudayaan hindu. Hal tersebut dapat dilihat bentuk atap masjid yang menyerupai Pagoda. Keunikan lain yang dimiliki masjid ini yaitunya masjid memiliki tiang cukup banyak dan berukuran besar. Menurut salah seorang pengurus masjid, setiap tiang pun memiliki makna dan bersentuhan dengan pendiri serta adat istiadat di Minangkabau.

Tiang utama atau tiang macu terdapat di tengah masjid. Tiang ini juga melambangkan sebagai tiang pucuk pimpinan adat di Limo Kaum yaitunya Datuak Bandaro Kuniang. Tiang-tiang lainnya juga memiliki makna yang masih bersentuhan dengan sejarah pembangunan masjid dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Beberapa tokoh penting yang terlibat dalam proses pembangun mesjid ini seperti, Datuak Bandaro Kuniang, Siam Datuak Basa, Ipok Datuak Nan Khatib dan Mak Jali Tuanku Ambuyut.

“Masjid ini berada tepat di tengah-tengah nagari Limo Kaum,” sebut Ilal Najmi, salah seorang masyarakat setempat

Masjid ini dibangun dengan menggunakan kayu sebagai bahan kontruksinya. Antara satu kayu dengan kayu lainnya dihubungkan dengan pasak atau penyangga

“Kayu-kayu masjid didatangkan dari Talago Gunuang, Kecamatan Tanjung Emas dan ditebang dari bukit Sangkiang hingga bukit Dadieh,” ujarnya

Setiap yang datang ke masjid ini juga dapat menaiki tiang utama hingga ke puncak atau menara masjid. Dari atas menara, bisa dilihat bentangan alam Tanah Datar 360 derajat.

Kini, Keberadaan Masjid Raya Limo Kaum tidak hanya sebagai bangunan kuno atau bersejarah, melainkan sebagai bukti sejarah dan perjalanan panjang agama Islam di ranah Minangkabau dan khususnya di Tanah Datar.

Dibulan ramdahan ini, mesjid raya Limo Kaum selalu disesaki oleh jamaah yang datang dari berbagai daerah, terutama pada salat tarwih.

“Sampai saat ini, Masjid Raya Limo Kaum masih dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah lima waktu,” katanya

Sebagai bangunan bersejarah, masjid Limo kaum membutuhkan sentuhan renovasi atau perbaikan. kondisi tiang masjid mulai dimakan rayap, dikhawatirkan dapat merusak keasliannya.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebaran Lebih Awal, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Tetap Hargai Yang Lagi Berpuasa
Lebaran Kian Dekat, Zakat Fitrah Jangan Sampai Terlupa
Padang Panjang Masih Ramai Sampai Dinihari
Anak-anak TPSA ‘Temani’ Bupati Padang Pariaman I’tikaf
Komitmen Pemkab Padang Pariaman Ajak Masyarakat I’tikaf
Jelang Lebaran, Jasa Penukaran Uang Dadakan Mulai Marak
200 Petugas Kebersihan Padang Dapat Paket Sembako
Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idulfitri 1440 H

Berita Terkait

Senin, 3 Juni 2019 - 18:22 WIB

Lebaran Lebih Awal, Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Tetap Hargai Yang Lagi Berpuasa

Senin, 3 Juni 2019 - 00:19 WIB

Lebaran Kian Dekat, Zakat Fitrah Jangan Sampai Terlupa

Minggu, 2 Juni 2019 - 23:58 WIB

Padang Panjang Masih Ramai Sampai Dinihari

Sabtu, 1 Juni 2019 - 02:14 WIB

Anak-anak TPSA ‘Temani’ Bupati Padang Pariaman I’tikaf

Jumat, 31 Mei 2019 - 04:36 WIB

Komitmen Pemkab Padang Pariaman Ajak Masyarakat I’tikaf

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB