Padang, Prokabar – Sejak penggabungan menjadi satu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) semakin menunjukkan kinerja positif.
Hal tersebut diungkapkan Deputy General Manajer Komersial PT Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Hendri Adolf saat gathering dengan awak media, Selasa (29/11).
“Satu tahun pasca penggabungan, Pelindo terus berbenah dalam perbaikan layanan pelabuhan, hal ini dilakukan untuk mendorong transformasi baik di dalam diri Perseroan maupun perekonomian nasional.” ujarnya.
Baca Juga : Pelindo Regional 2 Gelar Pasar Murah Sembako di Kota Solok
Lebih lanjut ia menambahkan, pada Triwulan III 2022, Pelindo Regional 2 Teluk Bayur berhasil membukukan trend positif pada kinerja operasional.
Hal tersebut terlihat dari peningkatan kinerja dan produktivitas bongkar muat peti kemas
“Produktivitas bongkar muat diukur dengan parameter boks per kapal per jam (BSH) dan pengurangan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan yang diukur dengan jumlah hari,” terangnya.
“Di Terminal Peti Kemas (TPK) Teluk Bayur kini jumlah bongkar muat naik dari 38 boks per kapal per jam menjadi 40 boks.” sambungnya.
Sementara itu, untuk bongkar muat itu membuat waktu sandar kapal pun dapat berkurang hampir setengahnya, dari dua hari menjadi hanya satu hari setengah hari.
“Seluruh pelayanan terminal peti kemas kami kedepannya akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing, hal ini tentunya memudahkan kontrol dan monitoring baik bagi kami selaku operator maupun pengguna jasa kami,” pungkasnya. (pk)
















