Budaya

Makan Bersama Sambut Ramadhan, Tradisi Pajak-pajak Rang Pangian

Batusangkar, Prokabar – Bukan pajak, tapi pajak-pajak, sebuah istilaj lokal untuk makan bersama di Pangian, Lintau, Tanah Datar, Sumbar. Kali ini untuk menyambut Ramadhab.

Tradisi ini diikuti seluruh masyarakat. Saling sapa dan memaafkan. “Ini tradisi kami,” kata salah seorang tokoh masyarakat, Arfianto Datuak Tan Kayo di Batusangkar, kemarin

“Pajak-pajak merupakan sebuah tradisi berupa makan-makan ke sungai atau kebun milik warga yang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi serta bermaaf-maafan,” katanya.

Ia menyebutkan tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu. Biasanya diadakan di lokasi yang dekat dengan sumber air, sebab setelah makan-makan akan dilanjutkan dengan mandi-mandi.

Dalam pelaksanaan tradisi ini ia menjelaskan setiap orang memiliki peran tersendiri. Pria mencari ikan di sungai. Kaum ibu akan mempersiapkan keperluan memasak, serta anak-anak yang akan mencari kayu bakar untuk memasak makanan.

“Biasanya tidak butuh dana yang besar untuk pelaksanaan tradisi ini, setiap peserta akan patungan membawa beras dan alat yang akan dibawa untuk memasak. Dari sini rasa kebersamaan muncul dan juga sikap gotong royong, itu makna sebenarnya selain mempererat silaturahim,” jelasnya. (*/cpp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top