Padang, Prokabar — Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Negeri Padang akan mendapat kesempatan magang di 10 negara-negara Asean, seperti Thailand dan Filipina, Vietndam, Myanmar, Laos dan Brunai Darussalam.
Kesempatan ini didapatkan setelah beberapa waktu lalu UNP telah melakukan kerjasama dengan SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization), yang bergerak di bidang pendidikan untuk negara-negara di Asia Tenggara yang menjadi sasaran.
Rektor UNP, Ganefri mengatakan salah satu program dari SEAMEO ini adalah SEA-Teacher, yaitu program pertukaran mahasiswa jurusan kependidikan untuk melakukan praktik mengajar di negara-negara ASEAN. Sedangkan pertukaran mahasiswa kejuruan atau vokasi, programnya SEA – TVET ( Southeast Asia – Technical Vocational Education and Training) atau Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Kejuruan atau disingkat PPTK ke 10 negara ASEAN.
“Mahasiswa-mahasiswa UNP harus aktif menggunakan bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris, karena program SEA-Teacher dan SEA TVat (Technical and Vocational Education and Training) mengunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar. Saat ini, aktivitas kemahasiswaan harus bisa berbicara dengan bahasa Inggris demi meraih masa depan yang lebih baik, serta perkembangan teknologi.” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dari seratus mahasiswa yang ikut seleksi program SEA Teacher dan SEA TVET dilingkungan UNP hanya 10 orang yang dinyatakan lolos, seperti yang dilakukan UPT Layanan Internasional. Adapun dari 10 mahasiwa itu, delapan diantaranya mengkuti program SEA Teacher, mereka adalah, mahasiwa FMIPA 3 orang ke Filipina yakni Indri Shofyana Putri ke Saint Paul University Surigao, Violanda Kenichi C ke Saint Lois University dam Ayu Wulandari ke MinSCAT.
Mahasiswa FIP dua orang ke Thailand yakni Mir Atul Aufa dan Dela Ulfa Amaris ke Rajabhat University. Sementara mahasiswa FBS dan FE masing-masing satu orang yakni Rukmala Dewi ke MinSCAT dan Donna ke Pagasinan State Unviersity. Sementara yang mengikuti program SEA TVET adalah mahasiswa FT yakni Febri Ramadhan dan Fajti Alvi. ke Thailand.
“Program ini sudah tahun ke-2 diikuti mahasiswa UNP. Mereka juga akan menjadi duta UNP selama mengikuti program ini,” ujarnya
Pihak UNP mengapresiasi mahasiswa yang terseleksi program pertukaran mahasiswa magang ini, apalagi dengan personality cost, mereka begitu antusias. Namun untuk mendukung kegiatan pihak UNP juga memberikan insentif walaupun belum sepenuhnya.
Ia mengatakan bahwa program SEA Teacher dan SEA TVET adalah bagian dari mensukseskan 15 program studi Internasional. Kepada Dekan selingkungan UNP diminta menyiapkan mitra join kurikulum dengan universitas selingkungan ASEAN, syarat minimal masuk 500 universitas world class.
“Kepada para Dekan, mari kita tingkatkan penyiapan guru ditingkat ASEAN. Untuk itu UNP ke depan akan kita siapkan pusat layanan digital dalam proses pembelajaran mahasiswa,” ujarnya. (hdp)
















