Pendidikan

Mahasiswa Unand Akan Mengikuti Student Mobility dan Credit Earning

Padang, Prokabar — Sebanyak 44 mahasiswa Universitas Andalas bakal mengikuti Student Mobility dan Credit Earning di berbagai perguruan tinggi di luar negeri yang berlangsung dari bulan April hingga November nanti.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala UPT Layanan Internasional Vonny Indah Mutiara melalui keterangan tertulis yang diterima. Dikatakannya ini merupakan program rutin bagi mahasiswa Universitas Andalas yang ingin mengikuti program Student Mobility ataupun Credit Earning yang sudah berlangsung dari tahun 2014.

Lebih lanjut ia menjelaskan di Student Mobility nantinya para mahasiswa akan berada di kampus tersebut selama 30 hari sedangkan untuk Credit Earning selama 60 hari. Untuk itu, pihaknya berharap mahasiswa Universitas Andalas bisa bertukar informasi, pengalaman, membangun jaringan dengan tetap menjaga nama baik negara Indonesia khususnya almamater.

“Sebelum keberangkatan penting bagi mereka untuk mengikuti pembekalan agar nantinya mereka paham, apa-apa saja yang bakal disiapkan sehingga nantinya tidak kebingungan saat berada di Negara orang,” ungkapnya.

Disampaikannya Jepang masih menjadi favorit bagi mahasiswa Universitas Andalas dalam mengikuti program ini seperti di Gifu University, kanazawa University, Osaka City Univesity, Okayama University, Ibaraki University, Kagoshima University dan Shimane University.

Selain itu, juga ada ke Seoul National University, Vietnam, Universiti Teknology MARA dan University of Malaya serta International Islamic University Malaysia.

Sedangkan untuk wilayah Eropa dikatakannya ada Matej Bel University, Slovak University of Agriculture in Nitra, Nicolaus Copernicus University in Torun Poland, Leiden University, Hamburg University, University of Milan, University of Nottingham, University of Lincoln dan University of Reading.

“Perdana tahun ini ada mahasiswa yang mengambil di salah satu kampus di Amerika yaitu Murray state University,” sambungya.

Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa disaat berada di luar negeri kecuali Malaysia, hal utama yang sering menjadi kendala adalah bahasa, iklim dan makanan. Untuk itu ditekankannya agar terus menjalin komunikasi dengan mahasiswa-mahasiswa indonesia disana yang juga melanjutkan pendidikan di daerah tersebut atau Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) atau juga bisa menghubungi kedutaan.

Selain itu, setelah kegiatan ini berakhir dan kembali ke kampus diharapkannya para mahasiswa juga harus berbagi atau Sharing pengalaman kepada teman-teman yang lain atau menuliskannya di media sehingga yang lain juga dapat wawasan baik pendidikannya, budaya dan lainnya mengenai daerah tersebut atau bahkan dia juga berkeinginan untuk mengikuti program ini. (rel/hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top