Padang, Prokabar – Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi menggelar orasi di aula kampus yang berada di Kubangputiah, Rabu, 21 Maret 2018. Mereka menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk intervensi pihak luar terhadap kebijakan kampus.
Hal itu menyusul maraknya pro kontra terkait kebijakan kampus yang menonaktifkan salah seorang dosen PNS bercadar. Gabungan organisasi masyarakat kemudian melayangkan surat somasi terkait hal itu dan berencana akan mengerahkan massa ke IAIN Bukittinggi jika pihak kampus tidak merespon.
“Kami selingkup Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se IAIN Bukittinggi, tidak menginginkan adanya intimidasi maupun intervensi terhadap kampus dari pihak luar, karena tiap lembaga punya aturan,” ujar Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Bukitinggi, Beni Hari Mulia.
Selain itu, Beni juga menyayangkan adanya gerakan massa dari berbagai ormas Islam yang melayangkan protes ke kampus tempatnya menimba ilmu itu.
“Kami mengecam intimidasi yang akan timbul. Kami dengar ada pengerahan ribuan massa ke kampus. Kami tidak tau tujuannya apa, yang jelas kami menolak intervensi,” imbuh Beni.
Mahasiswa yang mengenakan jaket almamater hijau itu juga menyebut nama baik kampusnya telah tercemar oleh maraknya pemberitaan media massa.
“Poin kedua, kami tidak sepakat adanya opini yang menyatakan kampus memiliki paham sekuler. Ataupun, oknum yang menjelekkan kampus dengan paham radikalisme dan sebagainya,” tutur Beni.
Ditanyakan polemik pro kontra imbauan tidak menggunakan cadar di lingkungan kampus, Beni juga mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pimpinan kampus untuk mendapatkan penjelasan.
“Kami mendesak pihak kampus mengkaji ulang larangan cadar, maupun prosedur dalam menerapkan kebijakan. Kami sudah mulai melakukan komunikasi,” pungkasnya.(alr)
















