Agam, Prokabar – Bencana Longsor kembali melanda sejumlah titik di Kabupaten Agam. Bencana terjadi dari Senin dini hari hingga Senin Malam (10/12). “Longsor pertama menimpa 8 titik di Nagari Matua Hilir, Kecamatan Matur. Akibatnya, jalan sempat lumpuh dan tidak bisa dilalui semua kendaraan. Karena badan jalan tertutup longsor tersebut,” ungkap Camat Matur, Tomi TRD.
Ia melanjutkan, jalan sudah bisa dilakui kendaraan roda dua sekitar pukul 11 pagi, setelah warga, TNI, Polri, KSB Kecamatan Matur bergotong royong melakukan pembersihan. Sedangkan alat berat datang sekitar pukul 1 siang dan langsung melakukan pembersihan.
Selain puluhan hektar sawah, ladang dan seekor sapi milik warga, sejumlah kabel dan tonggal listrik juga mengalami kerusakan. “Sehingga sejumlah petugas PLN turut bekerja memperbaiki kerusakan kabel dan tonggak tersebut,” tuturnya.
Selain itu, di jalan Bukittinggi menuju Lubuk Sikaping,tepatnya di Simpang Ladang Ateh, Jorong Mudiak Palupuah, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah jyga kembali longsor. Kejadian berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB.
“Material Longsor menutupi badan sepanjang lebih kurang 100 meter dengan ketinggian 1,5 meter. Material longsor membawa pohon dan jalan tidak bisa dilewati kendaraan,” Terang Muhammad Lutfi memberikan keterangan.
Curah hujan yang cukup tinggi dan terus terjadi beberapa hari ini, membuat tebing di tepi jalan melunak hingga longsor.
Tidak hanya itu, longsor di Jorong Munggun, Nagari Salareh Air, Kecamatan Palembayan juga terjadi longsor pada pukul 20.30 WIB.
“Di sana, material Longsor menutupi badan sepanjang 10 meter dengan ketinggian hingga 4 meter,” tutur Lutfi.
Saat ini terus bekerja keras melakukan upaya pembersihan. Dibantu masyarakat, Kelompok Siaga Bencana, TNI dan Polri. “Potensi curah hujan yang masih berlangsung, kami menghimbau seluruh warga untuk selalu siaga dan waspasa. Menghindari daerah yang rawan tanah longsor,” pungkasnya. (rud)
















