Budaya

Limo Kaum, Nagari Tercetusnya Sistem Pemerintahan Adat di Bumi Minangkabau

Tanah Datar, Prokabar – Limo Kaum adalah sebuah Nagari yang berada di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar.

Berjarak sekitar seratus kilometer dari pusat provinsi Kota Padang, dalam sejarahnya, Nagari Limo Kaum juga dikenal sebagai tempat dicetuskannya pemikiran oleh Datuak Perpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumangguangan untuk membentuk sistem Kelarasan (pemerintahan) Bodi Caniago dan Koto Piliang yang sampai saat ini diberlakukan sebagai sistem adat di Minangkabau.

Nagari Limo Kaum memiliki situs Cagar Budaya yang dikenal oleh masyarakat yakninya Batu Basurek, yang merupakan peninggalan Raja Aditiawarman dan Batu Batikam di Jorong Dusun Tuo yang disebut sebagai prasasti ikrar kesepakatan pelaksanaan sistem Kelarasan Bodi Caniago dan Koto Piliang antara Datuak Perpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumangguangan.

Selain itu, juga terdapat cagar Budaya Masjid Raya Nagari Limo Kaum yang diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Kabupaten Tanah Datar.

Sesuai dengan namanya, Nagari Limo Kaum terdiri dari 5 rumpun kaum dan terbentuk atas 28 suku sebagai satu kesatuan masyarakat adat. Suku pertama yang terbentuk di Limo Kaum adalah suku Sumagek.

Selain sebagai lokasi tercetus sistem pemerintahan di Minangkabau, Nagari Limo Kaum juga dikenal sebagai penghasil makanan tradisional khas Sumatera Barat, yaitunya lamang tapai.

Lamang tapai biasanya diproduksi di jorong Balai Labuah ateh. Di Jorong ini pula, masyarakatnya kerap berniaga ke kota Batusangkar dan kota Padang Panjang, terutama disetiap hari pekan atau hari pasar. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top