Pencanangan program Sikomandan tersebut dilangsungkan sekaligus dengan musyawarah perencanaan pembangunan peternakan tahun 2021 di Balai Balai Pengembangan Teknologi Peternakan dan Keswan Tuah Sakato, Payakumbuh
Dalam kesempatan itu, Erinaldi sempat menyampaikan kekawatirannya, terhadap lahan pertanian yang kian hari makin menyempit. Selain itu diperparah dengan makin sedikitnya petani.
“Ini kekawatiran kita, lahan pertanian di Sumbar makin menyempit, dan petani makin berkurang. Untuk kita dapat mencarikan solusi dari persoalan ini,”ujarnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang hadir pada kesempatan itu mendorong sektor peternakan menjadi program unggulang Sumbar ke depan.
Apalagi Sumbar memiliki laboratoriumnya yang lengkap. Dengan peralatan inseminasi yang merupakan Balai Pengembangan Teknologi Peternakan dan Keswan terbaik di Indonesia.
“Peternakan ini, dijadikan produk unggulan. Kita belajar teknologi sini, lengkap semuanya. Peternakan kita harus fokus,” ujarnya.
Menurut Nasrul Abit, dengan inseminasi buatan ini akan melahirkan jenis sapi yang unggul. Sudah ada hasilnya, sehingga menjadi potensi ekonomi terbaik ke depan.
“Bisa menjadi unggulan ke depan sebab kita punya tempat untuk berinovasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu hadir, sejumlah eselon III dan IV di Pertanian se Sumbar. Balai Karantina, Produksi, di lapangan, 73 puskesman, 300 inspirator. (*/mbb)
Halaman : 1 2
















