LDII Sumbar Gelar Gotong Royong Bersihkan Lokasi Bencana Hingga Galang Bantuan Kemanusiaan

Penulis -

Minggu, 19 Mei 2024 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris DPW LDII Sumbar HM Abdillah bersama Ketua Biro HAL LDII Sumbar H Roy Gabro membantu warga membersihkan puing yang dibawa lahar dingin dari Gunung Marapi / galodo.

Sekretaris DPW LDII Sumbar HM Abdillah bersama Ketua Biro HAL LDII Sumbar H Roy Gabro membantu warga membersihkan puing yang dibawa lahar dingin dari Gunung Marapi / galodo.

Agam, Prokabar – DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Barat menurunkan relawan untuk gotong royong dengan masyarakat untuk membersihkan lokasi yang terdampak bencana galodo di Kenagarian Lambah, Kecamatan IV Angkek, Agam pada Minggu.

“Ini sebagai aksi nyata kami turun membantu masyarakat untuk membersihkan kawasan yang terdampak bencana galodo atau lahar dingin Gunung Marapi,” kata Ketua DPW LDII Sumatera Barat H Afrizal Yaman di Padang, Minggu.

H Afrizal Yaman mengatakan LDII Sumbar ikut berduka cita dan ikut merasakan kehilangan akibat bencana galodo yang menimpa warga Sumbar.

“Kami mendoakan seluruh korban ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga serta kerabat korban diberikan kelapangan hati untuk menerima cobaan ini,” kata dia.

Termasuk korban yang kehilangan rumah, materi, dan lainnya akibat galodo yang diakibatkan lahar dingin Gunung Marapi.

“Kami mendoakan korban agar dapat ikhlas dan semoga Allah mengganti kerugian dengan kesehatan dan rezeki yang berlimpah ruah nantinya, aminnn,” kata dia.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Ia mengatakan aksi ini untuk membantu meringankan masyarakat dengan membersihkan puing-puing kayu, bebatuan, benda lainnya yang terbawa galodo di kawasan pemukiman dan fasilitas umum.

“Kami ingin terlibat aktif membantu masyarakat yang terdampak,” kata dia.

Menurut dia bencana ini dirasakan bersama dan semua turut peduli terhadap korban yang terdampak bencana dan beragam pihak memberikan bantuan baik dari pusat maupun yang digalang dari Sumatera Barat.

“Kami ikut merasakan dampak bencana dan ingin berkontribusi aktif membantu saudara kita yang terdampak,” kata dia.

Sementara Sekreteris LDII Sumatera Barat HM Abdillah mengatakan penurunann relawan ini akan rutin dilakukan untuk membantu warga dan petugas yang melakukan aksi pembersihan.

“Ini upaya kami membantu saudara yang terdampak musibah,” kata dia.

Selain itu, DPW LDII Sumatera Barat saat ini juga tengah melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan untuk disalurkan kepada korban yang terdampak bencana.

Baca Juga :  Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Ia mengatakan penggalangan dana ini dikumpulkan dari seluruh DPD LDII di kota dan kabupaten di Sumbar.

“Kami kumpulkan donasi dari warga LDII di Sumbar dan juga ada yang dari luar Sumbar untuk membantu kebutuhan masyarakat yang saat ini berada di lokasi penampungan,” kata dia.

Sebelumnya Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis hingga Sabtu (18/5), total korban jiwa sebanyak 61 orang meninggal dunia pascabanjir lahar hujan atau ‘galodo’ yang melanda wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5)

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, jumlah korban 61 Orang meninggal dunia tersebut didapat.

Setelah Pusdalops BNPB bersama dengan posko provinsi dan kabupaten/kota terdampak melakukan inventarisasi data by name by address (BNBA) hasil Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatra Barat.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain

Adapun rincian catatan korban jiwa termutakhir yaitu Kabupaten Tanah Datar sebanyak 29 orang meninggal dunia, lima orang meninggal dunia belum terindentifikasi.

Kabupaten Agam sebanyak 22 orang meninggal dunia. Kota Padang Panjang sebanyak dua orang meninggal dunia. Kota Padang sebanyak dua orang meninggal dunia. Kabupaten Padang Pariaman sebanyak satu orang meninggal dunia.

Sementara itu, pembaruan data orang yang dilaporkan hilang dalam kejadian galodo ini total sebanyak 14 orang. Rinciannya antara lain Kabupaten Tanah Datar 13 orang dilaporkan hilang dan Kabupaten Agam satu orang dilaporkan hilang.

Hingga Sabtu ini, upaya pencarian dan penyelamatan korban yang dilaporkan hilang masih dilanjutkan. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, proses pencarian dan penyelematan akan dilaksanakan sampai keluarga korban merasa cukup.

“Golden time pencarian dan penyelamatan sesuai dengan SOP memang terbatas pada tujuh hari pascakejadian, “ kata Suharyanto. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Berita Terbaru