Lamang Tapai, Sajian Pilihan Saat Lebaran

Penulis -

Senin, 11 Juni 2018 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Penganan dari beras ketan dan berada di tabung bambu ini, begitu unik. Orang Padang menyebutnya lamang. Untuk bisa mencicipi lamang, bambu harus dibelah dulu. Jika tak hati-hati membelah bambu maka tangan akan terluka. Sebab bambu yang digunakan membuat lamang adalah bambu yang disebut talang, kulitnya tipis dan gampang melukai tangan.

Jika Anda tak sempat membuat lamang karena memang membutuhkan waktu dan kesabaran, maka dapat membeli yang sudah matang. Pedagang lamang ini banyak dijumpai berjejer di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan, dekat Mesjid Raya Sumbar, Kota Padang.

Pedagang lamang di pinggir jalan ini juga tak aman berjualan, karena di larang berjualan di lokasi itu. Tetapi mereka selalu kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP Kota Padang dan tetap bertahan berdagang hingga saat ini.

Salah satunya adanya Ezi. Wanita berusia 45 tahun itu mengaku sudah berjualan lamang tapai sejak 5 tahun lalu. Awalnya hanya dia dan adik suaminya saja yang berjualan di sana. Tetapi saat ini jumlah pedagang lamang tapai terus bertambah dan ada pula pedagang buah-buahan dan keripik sanjai.

Menurut Ezi, pelanggannya adalah para pengendara yang melintas di kawasan itu. Sejak pagi mulai pukul 10.00 WIB, dia sudah memarkir gerobaknya di Jalan KH Ahmad Dahlan. Saat petang dia kembali ke rumah. Tetapi jika dagangannya belum habis, Ezi bertahan hingga malam. Dia tak hanya menjual lamang tapai tetapi juga lamang pisang dan lamang baluo.

“Lamang tapai adalah lamang yang dimakan dengan tape ketan hitam. Sedangkan lamang pisang adalah beras ketan yang dicampur dengan pisang. Selanjutnya lamang baluo adalah beras ketan yang ditengahnya diberi kelapa bergula aren,” katanya.

Selama Ramadan, Ezi tetap berjualan lamang. Tetapi lamang yang dibikin tak sebanyak hari biasa. Saat ini, dia hanya memasak 3 gantang beras ketan. Beras ketan sebanyak itu bisa menghasilkan 12 batang hingga 13 batang lamang. Dari berjualan lamang, dia bisa mengantongi uang Rp400.000 hingga Rp500.000 per hari.

“Lamang tapai satu batang dijual Rp45.000 hingga Rp50.000. Lamang pisang Rp60.000 per batang dan lamang baluo Rp 65.000 per batang,” terang Ezi.

Ezi tak hanya berjualan dengan gerobak, tetapi juga melayani pesanan konsumen. Jelang Lebaran ini, cukup banyak pesanan pelanggan yang harus dipenuhinya. Biasanya, kata Ezi, yang membuat lamang itu adalah suaminya. Setelah Subuh, mereka langsung bekerja membuat lamang.

“Tidak sulit membuat lamang. Beras ketan ditambahkan garam dan vanili serta santan. Kemudian dimasukkan ke dalam bambu. Agar lamang menjadi wangi, jangan lupa masukkan daun pandan di dalam bambu,” terang Ezi.

Bambu berisi beras ketan kemudian dibakar dengan kayu api. Jangan lupa membalik-balikkannya agar merata matangnya. Lama waktu pembakarannya sekitar 3 jam. Setelah itu, lamang siap dihidangnya.

“Lamang ini tak hanya enak dimakan dengan tape, tetapi juga dengan rendang,” katanya. (dvi)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SEMAJA x PURANA Hadirkan “Rasa Vakansi”, Pengalaman Bersantap Imersif Bernuansa Budaya Nusantara
Resmikan Kuliner Geprek PAZ, Wagub Sumbar Dukung Penuh UMKM Naik Kelas
Segarkan Keluarga Indonesia, Kini Hadir Minuman Botol Praktis GRESH Rasa Jeruk 
Manjakan Lidah Konsumen, Specialtea Padang Launching Menu Rice Bowl
Yupi Camilan Gummy yang Sehat, Aman dan Halal!
Lepas Rindu, Restoran Kampuang Minang Tawarkan Cita Rasa Kampung Halaman
Tips Buka Usaha Dari Rumah Ala Owner ‘Pastel Rotami’
Niro Talua, Minuman Khas Nagari Andaleh Baruah Bukik yang Dipercaya Mampu Menambah Stamina

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:50 WIB

SEMAJA x PURANA Hadirkan “Rasa Vakansi”, Pengalaman Bersantap Imersif Bernuansa Budaya Nusantara

Jumat, 10 Maret 2023 - 07:29 WIB

Resmikan Kuliner Geprek PAZ, Wagub Sumbar Dukung Penuh UMKM Naik Kelas

Sabtu, 14 Januari 2023 - 23:12 WIB

Segarkan Keluarga Indonesia, Kini Hadir Minuman Botol Praktis GRESH Rasa Jeruk 

Jumat, 4 Februari 2022 - 19:04 WIB

Manjakan Lidah Konsumen, Specialtea Padang Launching Menu Rice Bowl

Kamis, 3 Februari 2022 - 16:08 WIB

Yupi Camilan Gummy yang Sehat, Aman dan Halal!

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB