Batusangkar, Prokabar – Lewat pukul satu siang, Rabu (23/5) Batusangkar, kota kecil di utara Padang, mulai berbenah menyambut warganya yang hendak menbeli takjil.
“Selamat Datang di Batusangkar,” teks berjalan warna merah telihat di plang pasar, jantung kota itu.
“Mau membeli lemang,” Ridwan, urang awak yang hendak ke Pekanbaru. Ia singgah di Batusangkar, benar-benar untuk membeli lemang.

Di sini orang menyebutnya lamang. Hampir setiap rumah tangga di Sumbar bisa membuat lamang, tapi yang paling enak lamang limo kaum. Dinamai bak nama desa asalnya, Limo Kaum, kelompok desa tertua di Minangkabau.
Lamang dijual di dalam pasar dekat toko kain. Ditarik ke depan agar konsumen bisa mencapai dengan mudah.
Di sana ada berapa penjual, lengkap dengan ragi ketan hitam. Itulah tapai. Lamang juga dari ketan. Dipadupadan memakannya, aduhai sero.
Lamang limo kaum sesiang kemarin tersedia cukup banyak. Pembali sudah datang silih berganti. Seorang pria mengaku dari Padang berbelanja Rp70 ribu. Katanya untuk dua keluarga.

Jika Anda ke Batusangkar jangan lupa beli lamang ya. Yang lain? Kerupuk kulit terenak di dunia, ada di sini. (nrs)
















