Daerah

Laka di Pitalah Tinggalkan Trauma, Dinas Sosial Berikan Assessment Healing Pemulihan

Dinas Sosial Tanah Datar Berikan Assessment Healing Pemulihan

Dibaca : 162

Tanah Datar, Prokabar – Kecelakaan yang menewaskan empat murid sekolah dasar SDN 03 Pitalah Kecamatan Batipuh, pada awal Ramadhan kemarin meninggalkan trauma mendalam bagi teman, guru, maupun wali murid lainnya. Kondisi itu berimbas pada proses belajar dan mengajar pada murid lainnya. 

Untuk membantu mengembalikan trauma itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Tanah Datar mencoba memberikan assessment atau bantuan penyegaran psikologis kepada murid maupun guru dan orang tua lainnya. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Tanah Datar Yuhardi menyampaikan, peristiwa kecelakaan tersebut menimbulkan kondisi psikologis negatif seperti ketakutan, keresahan, kegelisahan di antara para murid, orang tua murid dan guru yang berefek kepada kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

“Menyikapi hal ini, kami dari dinas melalui Bidang PPKPA bekerjasama dengan Psikolog Klinis saudari Yuninda Tri Ningsih, S.Psi., M.Psi., melakukan asesmen awal trauma healing untuk mengetahui kondisi psikologis anak, orang tua dan guru di sekolah SDN 03 Pitalah yang dilaksanakan pada 29 s/d 30 April 2021 lalu,” ujarnya, Rabu (5/5). 

Berdasarkan hasil Assesment itu/sebut  Yuhardi, diketahui kondisi psikologis anak setelah peristiwa tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni anak yang tidak mengalami gangguan, anak yang mengalami gangguan ringan dan anak yang mengalami gangguan berat.

“Kategori pertama, anak yang tidak mengalami gangguan adalah mereka yang tidak melihat langsung peristiwa kecelakaan mobil. Kedua, anak dengan gangguan ringan adalah melihat keadaan pasca kejadian kecelakaan, melihat kondisi temannya berdarah secara langsung, melihat bekas kecelakaan ataupun yang mendengar suara tabrakan pas kejadian. Ketiga, anak mengalami gangguan berat adalah mereka yang mengalami langsung peristiwa dan selamat, dan mereka yang memiliki hubungan kekerabatan dengan korban,” terang Yuhardi.

Sementara itu,  Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Tanah Datar Dadan Hensdarsyah menyampaikan, dari hasil asesmen akan dilakukan tindak lanjut berupa pemberian treatment sesuai kondisi anak yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi psikologis ke kondisi sebelum terjadinya peristiwa kecelakaan tersebut.

“Penanganan untuk masing-masing kondisi anak berbeda-beda, bagi anak yang mengalami gangguan ringan akan dilakukan penanganan dalam bentuk psikoedukasi kelompok yang akan dilaksanakan selama 1 hari. Sedangkan untuk anak yang mengalami gangguan berat akan dilakukan konsultasi individual yang waktunya disesuaikan dengan kondisi anak,” ungkapnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top