Padang, Prokabar – Ketika subuh telah tiba, sedang gelap-gelap tanggung, kemana gadis yang memakai talakuang?
Ke masjid. Walau begitu, ada yang tidak. Anak gadis dan kekasihnya di desa memadu kasih dakek nan kalam.
Dalam talakuang mereka berdua. Atau sama-sama memakainya.
Atau kain sarung, berdua di dalamnya, dalam parak.
Sejak sebelum azan subuh sampai selesai shalat.
Orang bergerak pulang, mereka berdua juga selesai.
Tentu saja kurenah anak muda ini, hanya segelintir. Tapi, ada.
Begitulah Minangkabau kita, ada-ada saja yang terjadi.
Dalam zaman kontemporer di Padang dikenal, Asmara Subuh, di Pantai Seribu Janji
Dimana itu? Taplau. Kini? Sama-sama kita lihat sajalah. (nrs)
















