Lubukbasung, Prokabar.com – Kejadian naas dialami rombongan pemuda asal Matur berlangsung dramatis. Warga sekitar yang mendapat informasi awal dan mengetahui kejadian langsung bergerak cepat melakukan pertolongan. Dari 16 orang rombongan, 15 orang yang melakukan aktifitas berenang atau mandi-mandi di tepian Pantai Tiku.
“Kejadian pada hari Sabtu 12 April 2025 sekira pukul 15.00 Wib, saudara kami Farid Idrus berhasil meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk menolong kami. Terseret dan hampir semua tenggelam gelombang air laut.” ungkap Hafiz (16), salah seorang korban saat dihubungi Prokabar.com, Sabtu (12/4).
Kejadian berawal Hafiz dan rombongan sebanyak 16 orang, berangkat dari rumah sekitar 10.00 Wib dari di Kecamatan Matur, konfoi menggunakan sepeda motor masing-masing. Sesampai di lokasi sekitar jam 14.00 Wib rombongan langsung berenang di Pantai Tiku, di saat sedang berenang rombongan sekitar jam 15.00 Wib, tiba-tiba air naik pasang sehingga mereka yang berenang mulai kewalahaan menghadapi gelompang Ombak pasang naik.
Hafiz dan kawan-kawan yang awalnya berenang agak berada di tengah pantai pada saat itu air laut masih dangkal. Namun setelah satu jam berenang, air laut mulai terasa pasang naik. “Kedalaman air begitu cepat berubah membuat kami mulai kesulitan berenang. Apalagi arus ombak tiba-tiba cukup kuat menarik ke tengah. Hal ini membuat kami berhamburan ke tepi, berusaha menyelamatkan diri. Saya dan Adam Habibi sempat tenggelam dan cepat mendapat pertolongan dari rekan-rekan beserta warga setempat.” terangnya.
Kondisi inilah membuat Hafiz dan Adam sempat mendapat perawatan medis dan dibawa ke Puskesmas Tiku. Namun, 3 orang sahabatnya lagi tidak seberuntung rekan-rekannya yang selamat.
Dari 16 orang rombongan, 15 orang yang ikut berenang dan 13 orang berhasil dievakuasi, satu orang diantaranya meninggal dunia. Arya Faraz Caswa (16 th) pada saat evaluasi mengalami mulut mengeluarkan busa. Diduga banyak terminum air laut. Video upaya penyelamatan Arya Faraz Caswa oleh warga setempat cukup viral di media sosial.
Sedangkan 2 orang lagi atas nama Dani Defriandi (17) dan Jordan Ramadan (16) masih pencarian tim gabungan. “Karena kondisi sudah sangat sulit untuk menyelamatkan diri, membuat kami kesulitan saling membantu. Beruntung warga setempat cepat tanggap dan bantu kami yang tenggelam terseret ombak pasang naik air laut,” tutup Hafiz dengan kondisi masih trauma dan bersedih hati. (rud)
















