Tanah Datar, Prokabar – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Batusangkar pada Senin (25/3). Peristiwa ini menyebabkan Pasar Batusangkar porak poranda. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian yang berlangsung satu jam lebih tersebut.
Kondisi paling parah terjadi di kawasan pasar dan Terminal Jati. Angin kencang membuat atap seng beterbangan, serta membuat tenda milik pedagang porak poranda.
Parahnya, beberapa baliho dan spanduk ukuran besar ikut rebah dan menimpa toko serta warung milik pedagang.
Selain itu, satu unit rumah di kawasan pemandian Kiambang juga roboh, dan pohon tumbang di beberapa titik. Di terminal atau jalan tengah Pasar Batusangkar, atap seng toko pedagang beterbangan ke tengah jalan.
Kejadian ini membuat kendaraan yang melintas terpaksa berhenti, apalagi sebuah tonggak telepon ikut tumbang dan membuat kabel telepon membentang jalan.
Pemilik warung yang saat itu berada dalam warung sembari berteduh, langsung berhamburan menyelamatkan diri saat papan iklan berukuran besar menimpa warung mereka. Beruntung reflek pemilik warung dengan sigap tidak menyebabkan korban. Namun, warung mereka porak poranda.
Hal serupa juga terjadi di beberapa titik kawasan pasar Kota Batusangkar. Atap seng musholla yang ada di depan Terminal Jati juga beterbangan. Sementara di kawasan pasar, angin kencang memporak porandakan tenda milik pedagang.
Camat Limakaum Afrizal yang melihat kejadian saat tengah jalan pulang, langsung melakukan pemeriksaan sekeliling pasar. Setidaknya terdapat tujuh titik yang mengalami kerusakan.
“Tadi saat di jalan dekat kawasan Pincuran Tujuh juga kami melihat ada atap beterbangan oleh angin. Kemudian juga ada pohon tumbang didekat Kampung Baru, semuanya berada di wilayah Limakaum,” ujar Afrizal.
Sementara itu, Kapolres Tanahdatar AKBP Bayuaji Yudha Prajas mengatakan, akibat cuaca ekstrim yang terjadi pada Senin sore itu membuat kerusakan di beberapa titik di kawasan Limakaum.
“Ada pohon tumbang yang menutupi jalan di kawasan Pincuran Tujuh dekat TMP Bahagia Kampung Baru, rumah dan sebuah bengkel atapnya rubuh dekat Simpang Kiambang, dan beberapa papan reklame berjatuhan,” Terangnya.
Kapolres menyebutkan, akibat kejadian ini diperkirakan kerugian mencapai Rp40 juta lebih.
“Berhubung cuaca ekstrim, kita imbau masyarakat Tanah Datar untuk berhati-hati,” imbau Kapolres.
Pantauan Prokabar, hingga Senin malam, petugas dari BPBD Damkar masih berupaya membersihkan sisa-sisa material pohon yang membentang di jalan.(eym)


















