Korupsi: Warisan Kelam yang Harus Kita Hentikan

Penulis -

Sabtu, 10 Mei 2025 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Lulu Maharani Tanjung

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang

Korupsi itu ibarat racun yang pelan-pelan tapi pasti bikin negara ini sakit. Sederhananya, korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan buat keuntungan pribadi atau kelompok, dan ujung-ujungnya yang dirugikan ya rakyat dan negara. Dalam hukum Indonesia, korupsi nggak cuma soal nyolong uang negara, tapi juga termasuk suap, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, pemerasan, penggelapan, sampai kelakuan curang lainnya. Yang bikin miris, ini bisa dilakukan bukan cuma oleh pejabat, tapi juga oleh orang swasta.

Kalau ngomongin sejarah korupsi di Indonesia, ternyata ini bukan cerita baru. Bahkan, udah ada sejak zaman VOC! VOC alias Vereenigde Oostindische Compagnie adalah perusahaan dagang Belanda yang berdiri tahun 1602 dan pernah jadi perusahaan terbesar di dunia. Mereka punya monopoli dagang rempah-rempah di Indonesia, dan demi makin kuat, mereka mulai terbiasa nyuap dan beli jabatan. Nah, dari sinilah budaya korupsi mulai tumbuh dan diwariskan sampai akhirnya meracuni sistem kita sendiri. Ironisnya, VOC akhirnya hancur gara-gara kerakusan mereka sendiri.

Terus, kenapa sih korupsi masih terus terjadi di zaman sekarang? Pertama, karena sifat manusia itu ada aja yang serakah, iri, dan nggak pernah puas. Ketika lihat orang lain kaya raya, sementara diri sendiri pas-pasan, mulailah muncul godaan cari jalan pintas. Kedua, sistem kita masih banyak celah. Kadang aturannya udah bagus, tapi pelaksanaannya lemah, pengawasannya longgar, dan hukum kadang bisa “dibelokkan”.

Tapi jangan langsung pesimis. Kita semua bisa kok ambil peran buat bantu lawan korupsi. Nggak harus jadi pejabat dulu, mulai aja dari hal kecil. Contohnya, jaga kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, ajarkan nilai integritas ke anak dan lingkungan sekitar, jangan tergoda buat nyuap dalam bentuk apa pun, dan berani bersuara kalau lihat ketidakadilan—tentu lewat jalur yang benar. Jangan lupa, ikut kawal kerja para pemimpin juga penting banget. Biar mereka tahu, rakyat sekarang udah melek dan nggak bisa dibodohi lagi.

Terus, masih adakah harapan buat Indonesia? Jelas ada! Kita semua pasti pengen Indonesia yang bersih dari korupsi, ekonominya kuat, pemerintahannya transparan, dan teknologinya maju. Tapi itu semua nggak bakal kejadian kalau pemerintah dan rakyat nggak jalan bareng. Kita harus bareng-bareng bangun negeri ini. Karena pada akhirnya, Indonesia bukan cuma milik mereka yang duduk di kursi kekuasaan—tapi milik kita semua.

Ingat ya… korupsi bisa diwariskan, tapi begitu juga kejujuran. Jadi yuk, mulai dari diri sendiri dan wariskan yang benar! Indonesia nggak butuh lebih banyak pejabat, tapi butuh lebih banyak orang jujur!

Penulis : Opini

Editor : Nofal Wiska

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB